<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563</id><updated>2012-02-16T03:16:46.505-08:00</updated><title type='text'>SIT Ulil Albab Palembang</title><subtitle type='html'>Sekolah Tercinta Menggapai Cita-cita Mulia                                
Alamat:  Jl. Sematang Borang, Lr. Lumban Meranti, Sako, Palembang                         
Telp. 0711-7315005                           
Email: situlilalbab.plm@gmail.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-739738512095397020</id><published>2009-10-27T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T21:43:47.757-07:00</updated><title type='text'>PERBAIKI AGAMAMU, BAIK PULA DUNIA-AKHIRATMU !</title><content type='html'>Kuliah Manajemen Spirit Al-Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ceramah dilakukan,Peserta terlebih dahulu membuka Al-Quran Surat Ali Imran 102. Mukaddimah….Tahmid, syahadah, sholawat,….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dunia memerlukan bekal biaya.Semakin panjang rute, makin banyak biayanya.Dalam kota mungkin kita cukup pegang Rp20 ribu. Luar kota, bias Rp100 ribu. Luar pulau, siapkan di atas Rp500 ribu. Apalagi luar negeri, bias jutaan hingga puluhan juta. Apalagi perjalanan menuju kampung akhirat, memerlukan bekal. Bahkan sebanyak mungkin bekal. Apa bekalnya? Tiada lain adalah takwa kepada Allah Sang Pencipta jagat raya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”.....Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. &lt;/em&gt;(QS Al-Baqarah 197). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bekal takwa tersebut haruslah senantiasa kita kumpulkan sampai titik darah penghabisan, sampai detik terakhir nyawa di badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran : 103).&lt;br /&gt;Bila datang gangguan dari orang lain yang menyakiti kita,Bukalah pintu maaf selebar-lebarnya. Biarkan mereka masuk ke dalam hati kita. Biarkan pula hati kita menbarkan salam, menghapus dendam berkepanjangan. Karena pemaafan lebih dekat kepada takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”..... dan pema`afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah : 237).&lt;br /&gt;Perbaiki Agamamu, Baik pula dunia-akhiratmu ! Kalimat ini, sangat berarti, sama seperti hidup kini. Sekali hidup sekali itu berarti.Puncak segala urusan adalah agama Islam yang kita peluk, yang kita cintai, yang kita imani dan amalkan. Islam bukan simbol formalitas semata, tetapi pengamalan kongkret dalam kehidupan nyata. Dalam berjuang mengamalkan Islam, tidak boleh ada sedikit keraguan pun di dalamnya. Misalnya kita hendak pergi haji, biaya cukup, kesehatan memadai, kesempatan di depan mata. Jangan ragu! Berangkatlah dalam ridha–Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat : 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila agama Islam yang kita anut terasa payah, atau malah cenderung menurun, kurang baik. Doa dari Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam ini bagus sekali untuk kita baca sehabis sholat.&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjaga setiap urusanku, perbaikilah duniaku dimana aku hidup, perbaikilah akhiratku tempat aku kembali, jadikanlah hidupku kesempatan untuk menambah amal kebajikan, jadikanlah kematianku sebagai pemberhentian dari melakukan perbuatan buruk” (HR. Muslim). Mari perbaiki amaliyah agama Islam kita, Niscaya baik pula dunia-akhirat kita ! Wassalam…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajamen Spirit Al-Quran (M-SQ)&lt;br /&gt;Jadikan Al-Quran Spirit Hidupmu !&lt;br /&gt;Sebarkan Spirit Al-Quran di setiap lingkungan kita !&lt;br /&gt;Insya Allah keberkahan menyelimuti kita semua !&lt;br /&gt;Ali Farkhantsani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi Keislaman &amp;amp; Permohonan Ceramah/Trainer/Khatib/Privat/Bimbel Al-Quran bisa melalui :&lt;br /&gt;Group Facebook Manajemen Spirit Al-Quran&lt;br /&gt;Sms : 081383753276&lt;br /&gt;Phone : 021-82498932 (afta)&lt;br /&gt;Faks : 021-82498933 (ditujukan kpd Ust. Ali Farkhantsani)&lt;br /&gt;Email : farkhants@yahoo.co.id&lt;br /&gt;sebarkan dan kenalkan group facebook Manajamen Spirit-Al-Quran kpd yg lain. smoga menjadi amal jariyah kita semua. amien.&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-739738512095397020?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/739738512095397020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/perbaiki-agamamu-baik-pula-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/739738512095397020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/739738512095397020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/perbaiki-agamamu-baik-pula-dunia.html' title='PERBAIKI AGAMAMU, BAIK PULA DUNIA-AKHIRATMU !'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-7966403792500709842</id><published>2009-10-18T17:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T17:38:59.774-07:00</updated><title type='text'>Karakteristik Orang-orang Beriman yang Sebenarnya</title><content type='html'>Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia. (QS Al Anfal/8 : 2-4).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat tersebut disebutkan bahwa ciri-ciri orang-orang yang beriman dengan sebenarnya yaitu:&lt;br /&gt;(1) mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka,&lt;br /&gt;(2) apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya),&lt;br /&gt;(3) Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.&lt;br /&gt;(4) orang-orang yang mendirikan shalat&lt;br /&gt;(5) yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Allah berikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di dalam Tafsir Al-Jalalain diterangkan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang mukmin seperti termaktub di dalam Surat Al Anfal di atas adalah orang-orang yang sempurna keimanannya. Mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah orang-orang yang benar keimanannya tanpa keraguan sama sekali. Mereka mendapatkan tempat-tempat tinggal di surga di sisi Allah serta mendapatkan ampunan dan rizki yang mulia di surga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya menandaskan kebalikan dari orang-orang beriman yang sebenarnya adalah orang-orang munafik. Golongan munafik dengan demikian memiliki karakteristik&lt;br /&gt;(1) Tidak pernah mengingat Allah sedikitpun,&lt;br /&gt;(2) tidak beriman sedikitpun kepada ayat-ayat Allah,&lt;br /&gt;(3) tidak bertawakkal Kepada Allah,&lt;br /&gt;(4) tidak pernah sholat apabila tidak bersama orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;(5) tidak membayar zakat dari harta-harta mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka Allah mengabarkan bahwa mereka bukanlah orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;Semoga kita tergolong orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya.&lt;br /&gt;Yang cinta dengan ayat-ayat-Nya, gemar membaca dan mengkaji ayat-ayat-Nya, senang mendengar/membaca uraian ayat-ayat-Nya, serta berupaya mengamalkannya dengan segenap daya upaya. Amien ya robbal 'alamin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manajemen SPIRIT AL-QURAN (M-SQ)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-7966403792500709842?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/7966403792500709842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/karakteristik-orang-orang-beriman-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7966403792500709842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7966403792500709842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/karakteristik-orang-orang-beriman-yang.html' title='Karakteristik Orang-orang Beriman yang Sebenarnya'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-2167973689328772591</id><published>2009-10-08T18:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T18:03:30.121-07:00</updated><title type='text'>HIJAB YANG TERSINGKAP</title><content type='html'>&lt;em&gt;Dari facebook: Ali Farhan Tsani&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mau pergi kemana ?......kok habis shubuh sudah kelihatan rapi ?......tanya anaknya......Mau mengantarkan kamu mendaftar di Perguruan Tinggi jawab sang ayah........Ndak usahlah ayah ikut.....aku kan sudah besar.....aku berani kok berangkat sendiri.....lagian aku malu kalau ketemu teman - temanku nanti.....pinta anaknya......Sang ayah yang memang tidak lulus SD ini kemudian berkata kepada anaknya.....ayah ingin tahu kayak apa Perguruan Tinggi itu dan ayah juga pingin tahu tempat kamu kuliah itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si anak tidak mampu membendung keinginan sang ayah untuk ikut pada hari itu.....berangkatlah mereka dari sebuah desa yang belum pernah ada satu sarjana pun di desa itu......Dan ketika sudah sampai di kampus.... sementara si anak sibuk mengurus dokumen pendaftarani.....ayahnya terlihat duduk di lantai di salah satu sudut bangunan kampus sambil.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK LIRIH DAN MATANYA BASAH DENGAN AIR MATA.....bibirnya senantiasa di gerakkan untuk berdzikir.....untuk memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.....dan air mata itu adalah harapan yang tumpah kepada anaknya......dia menyerahkan anaknya kepada Allah.....bukan kepada gedung - gedung kampus itu dan seluruh isinya......&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kuliah si anak sudah di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya......salah satu dosen bertanya kepadanya.....dari mana asalnya ?......agak malu - malu kemudian di jawab olehnya.....dari daerah yang sangat desa......yang belum ada listrik.....belum ada telpon....belum ada saran angkutan.....ini dan itu.....Tiba - tiba dosen matematika tersebut tersentak kaget mendengar jawaban mahasiswanya yang baru itu.....Bapak berasal dari desa lain yang tak jauh dari desamu...dan dulu waktu di SD mempunyai teman dari desamu itu......kami sama - sama berangkat sekolah SD yang sangat jauh dari tempat tinggal kami.....dia sangat cerdas.....bapak belum pernah mampu mengalahkan kecerdasan dia.....terutama dalam pelajaran berhitung.....sayang dia tidak sampai lulus SD karena tidak ada yang membiayai sekolahnya.....anak orang miskin....namanya fulan bin fulan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu si anak tersentak bagai disengat aliran listrik badannya......nama ayahnya disebut oleh dosennya yang sangat terkenal dan di hormati di kampus itu......sebagai teman yang cerdas......belum pernah terkalahkan dalam semua mata pelajaran.....terutama berhitung....dimana dosen tersebut mendapatkan gelar doktornya dalam hal itu......si anak tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya.....mohon ijin kemudian berlari menuju ke kamar kecil.....dan menumpahkan tangisnya disana.......dalam hatinya berkecamuk rasa yang mendalam..... merasakan.....betapa ayahnya memendam begitu lama keinginan untuk menyalurkan kemampuannya selama ini yang terpendam dalam dirinya......dan saatnya tiba....keinginan itu diberikannya.....kepada dirinya......anak sulungnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu si anak terlecut.....untuk benar - benar memanfaatkan waktu hanya untuk belajar.....belajar.....dan.....belajar.....sudah ribuan meter per segi sawah yang terjual.....perhiasan ibu yang sering keluar masuk gadai.....dan Allah SWT mengabulkan doa sang ayah.....punya anak.....SARJANA....SARJANA PERTAMA YANG ADA DI DESANYA.....ayah masih belum begitu banyak tersenyum.....berbeda dengan kegembiraan anaknya yang meluap.....masih terlihat seperti kebiasaannya.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK.....BERDZIKIR....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bersejarahpun datang......si anak masih terlelap dalam tidurnya di rumah kos nya......tiba - tiba menjelang shubuh di bangunkan oleh penjaga kos bahwa ada ayah di depan......dengan langkah yang masih gontai......si anak berlari......di depan sudah ada Ayah......dari jam berapa ayah sampai disini tanyanya ?.......DARI JAM 3 PAGI TADI......kenapa ayah ndak mau masuk saja ?......kasihan kamu pasti capek menyiapkan segala sesuatunya untuk wisuda pagi ini........Ya Allah.....dengan apa kebaikan ini harus terbalas ?......kembali hati si anak terkoyak......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah setelah wisuda......ayah masih tidak banyak tersenyum bangga......ayah masih seperti dulu......seperti gunung es yang kokoh.....yang menyimpan milyaran bongkahan keinginan dan harapan kepada anaknya yang masih terpendam......Sang Ayah dan anak sarjananya sedang menikamati pisang goreng dan teh hangat bikinan ibu di belakang rumah yang luas dan asri dengan pemandangan sawah......tiba - tiba ayah memandangi dengan serius ke arah pohon besar di belakang rumah.....kemudian dia bertanya.....nak....itu burung apa ya ?.....itu burung pipit yah jawab anaknya......sebentar kemudian kembali bertanya.....nak...itu burung apa ya ?......itu burung pipit yah !.....setelah mereguk teh hangatnya kembali ayah bertanya dengan pertanyaan yang sama......nak.....itu burung apa ya ?.....ayah ini gimana sih.....dari tadi kan aku sudah bilang bahwa itu burung pipit yah.....jawaban SARJANA dengan sedikit kesal.......kemudian ayah beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan memasuki rumah......tak lama kemudian kembali dengan membawa buku catatan yang lusuh.....ayah menunjukkan sebuah halaman di buku itu untuk dibaca anak sarjananya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis tanggal..... 20 tahun yang lalu......anak sulungku.....harapanku.....sedang berada di belakang rumah.....duduk - duduk denganku....sambil menikmati pisang goreng dan teh hangat......si sulung kecil kemudian tertarik dengan burung yang menari - nari di pohon besar belakang rumah.....dan dia.....RATUSAN KALI BERTANYA KEPADAKU.....BURUNG APA ITU YAH.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak langsung bersujud di pangkuan ayahnya sambil menangis dan memohon maaf.....dengan lirih ayah berkata.....KESABARANMU MENDENGARKAN ORANG LAIN YANG BISA MEMBUATMU JADI ORANG....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari - hari selanjutnya di lalui si sarjana dengan berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan pekerjaan.....dan Alhamdulillah....hanya selang satu minggu setelah wisuda.....si anak sudah mendapatkan pekerjaan.....sebuah perusahaan multi nasional.....Procter &amp;amp; Gamble Indonesia......Makro Indonesia......Warner Lambert Indonesia......The Coca - Cola Company....namun sampai posisi anaknya di perusahaan berada diatas......ayah masih seperti yang dulu.....tidak banyak senyum....yang dimaknai pimpinan perusahaan besar dari Amerika itu.....bahwa ayahnya belum bangga kepada anaknya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegundahan hati anak yang sudah 20 tahun bekerja di beberapa perusahan besar Amerika ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan besar......si anak berhenti bekerja.....karena sebab keinginannya untuk membahagiakan ayahnya.....ketika sang ayah mendengar bahwa anaknya akan keluar kerja dari perusahaan yang justru banyak sekali orang menginginkannya.....ayah tetap dingin....tidak banyak tersenyum.....tetap seperti gunung es.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjana mantan manager beberapa perusahaan besar ini akhirnya menemukan jalan hidup yang dia pikir akan membuat ayahnya bangga dan bahagia......dia buka lagi kitab - kitab semasa dia di pesantren.....dia borong buku - buku agama sehingga memenuhi seluruh sudut dan ruangan yang ada di rumahnya......dan ketika dia diminta oleh seseorang yang berasal dari desanya untuk mengisi tausiah dalam suatu acara walimatul khitan......dalam hati orang dewasa....mantan manager perusahaan besar....yang masih menjadi anak yang belum bisa membuat bangga dan bahagia ayahnya ini.....pasti nanti ayah datang dalam acara tersebut......&lt;br /&gt;Malam itu….. anak ini melihat ayahnya duduk di deretan kursi paling depan dari 500 an undangan yang hadir.....langsung saja dihampirinya.....dengan salam dan salim mencium tangannya.....dan ketika acara tausiah....mauidhoh....tiba.....saatnya si ustadz mantan manager ini berjalan sambil membungkukkan badanya kepada ayahnya.....si ustadz ini kemudian membuka dengan mukadimah yang begitu lancar dengan memilih kata - kata untuk di rangkai menjadi kalimat - kalimat indah dan penuh hikmah.....dengan uraian mudah yang dapat di pahami......tema birrul walidain....dikupasnya dengan rujukan kitab SUBULUS SALAAM DAN KITAB BUYUTI QULUUB.....si anak yang saat itu menjadi ustadz ini melihat.......AYAHNYA MENANGIS SESENGGUKAN....AIR MATANYA MEMBASAHI WAJAHNYA.....melihat dan mendengarkan tausiah anaknya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang yang memakan waktu 1 jam.....tak henti - hentinya tangis yang di tumpahkan si anak ini dengan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah.....Ya Allah.....Engkau telah menunjukkan jalan....yang harus dilewati....YANG MEMBUAT AYAH BAHAGIA DAN BANGGA.....gunung es itu telah mencair.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika bertemu dengan sahabat yang sangat dekat dengan ayah......sahabat ayah itu berkata.....dari dulu ayahmu......sejak kami masih muda dan bersama - sama di pandu gerakan anshor......Ayahmu itu menginginkan....anaknya kelak menjadi......SEORANG MUBALLIGH......SEORANG USTADZ......Subhanallah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: " Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia ". Ibrahim berkata: " (Dan saya mohon juga) dari keturunanku ". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. QS 2 : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-2167973689328772591?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/2167973689328772591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/hijab-yang-tersingkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2167973689328772591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2167973689328772591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/hijab-yang-tersingkap.html' title='HIJAB YANG TERSINGKAP'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-5954085173099973325</id><published>2009-10-08T17:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T17:59:45.881-07:00</updated><title type='text'>AL-QURAN BACAAN MULIA</title><content type='html'>“Mereka itu tidak sama, di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).” (QS Ali Imran : 113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa ayat ini turun kepada beberapa ahli kitab Yahudi yang telah masuk Islam, seperti Abdullah bin Salam, Asad bin Ubaid, Tsa'labah bin Syu'bah dan yang lainya. Mereka selalu bangun tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud dan memperbanyak membaca Al-Qur'an SEBAGAI BACAAN MULIA. Allah memuji mereka dengan menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran), maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan). Dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR At Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khattab menegur kita dalam nasihatnya, “Alangkah merugi bila hari itu seseorang tidak membaca Al-Quran.”&lt;br /&gt;"Tiada hari tanpa membaca Al-Quran," begitu kira-kira salah satu moto hidup kita sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;Caranya? Sesuai dengan kondisi kita masing-masing. Beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain :&lt;br /&gt;1) satu hari satu juz, misalnya sesuai dengan tanggal, kalau tanggal 8 berarti kita mesti baca juz 8 setiap selesai shalat fardhu. insya Allah satu bulan 30 juz, khatam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) pagi habis subuh satu lembar dan malam sebelum tidur satu lembar.kalau satu lembar rata2 10 ayat, maka sehari-smlm 20 ayat. untuk mengkhatamkan 6666 ayat berarti diperlukan 333 hari atau satu&lt;br /&gt;tahun khatam.&lt;br /&gt;3) satu hari satu ayat, maka diperlukan waktu 6666 hari untuk sampai khatam atau setara dengan 18 tahun !&lt;br /&gt;Astaghfirullahal adzim kalau sampai umur kita smakin bertambah tetapi tidak disertai ayat-ayat Allah dalam kehidupan kita. untuk apa saja umur kita habiskan..?? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Marilah majelis ta'lim M-SQ yang dirahmati Allah...&lt;br /&gt;Siramilah jiwa kita dengan ayat2 Al-Quran, basahilah bibir, lidah, dan tenggorokan kita dengan firman-firman-Nya,.... biarlah kalam-kalam suci itu mengalir ke dalam desah nafas kita, dalam aliran darah merah kita, menggumpal menjadi daging.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada awalnya berat, tetapi insya Allah kalau diawali dengan niat yang kuat, tekad bulat untuk melaksanakannya, Allah akan menolong kita. Smoga kita menjadi generasi yang cinta membaca al-quran.&lt;br /&gt;"Allaahummaarhamnii bil qur'aan...." (ya allah rahmatilah kami dengan al-quran). amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manajemen SPIRIT AL-QURAN (M-SQ) – Ali Farkhantsani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-5954085173099973325?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/5954085173099973325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/al-quran-bacaan-mulia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/5954085173099973325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/5954085173099973325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/al-quran-bacaan-mulia.html' title='AL-QURAN BACAAN MULIA'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-2323983679784756809</id><published>2009-10-06T19:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T19:24:48.247-07:00</updated><title type='text'>Derita Bencana Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Dua Puluh Ribu Rupiah dari Emak Nurdianah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu tua berusia diatas 70 tahun berjalan tertatih memasuki Posko Utama ACT di Jl. Adinegoro no. 31, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu 4 Oktober 2009. Tangannya gemetar menggenggam sesuatu, “Ini posko kemanusiaan ya?” bibirnya ikut bergetar. Serempak beberapa relawan mendekatinya, “Benar mak, ada yang bisa kami bantu?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan standar, sebab kami mengira bahwa Ibu tua itu hendak meminta bantuan untuk korban gempa. Namun ternyata kami salah karena ia datang justru untuk memberi bantuan, “Emak mau kasih bantuan, tolong disampaikan kepada para korban gempa. Melihat kalian yang muda-muda ini bekerja, sebenarnya emak ingin menjadi relawan. Tapi emak sudah tua, emak nggak kuat lagi, sudah nggak kuat lagi,” ujar Emak Nurdianah bersemangat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ACT menitipkan uang dua puluh ribu rupiah untuk disalurkan kepada para korban gempa. Padahal ia sendiri pun salah satu korban gempa di Kota Padang yang mengguncang tanah Sumatera 30 September 2009 lalu. Lebih dari 600 orang menjadi korban jiwa, belum termasuk lima ratusan lainnya yang belum ditemukan hingga hari ke -6 pasca gempa, mereka tersebar di beberapa titik seperti Tandikek dan Sicincin. Sedangkan pengungsi mencapai ratusan ribu, tersebar di seluruh Sumatera Barat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Emak terharu melihat kalian, datang dari jauh untuk membantu tempat emak. Sebagai orang Minang, emak merasa harus pula membantu tanah emak sendiri, emak tidak mau kalah sama kalian. Dulu emak ini pejuang, angkat senjata…. Sekarang emak sudah tidak sanggup bekerja berat. Emak cuma bisa titip ini,” sambil menyerahkan uang digenggamannya kepada Romi, salah seorang relawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Romi hendak membuatkan tanda terima, Mak Nur menolak dengan halus, “Tak perlulah catatan macam itu, cukup Allah saja yang mencatatnya. Emak hanya minta doakan, tahun ini emak naik haji agar dilancarkan sampai kembali lagi ke sini ya…” sebuah permintaan sederhana yang sudah pasti semua relawan yang ada di Posko saat itu serempak mendoakan, “semoga dilancarkan mak, insya Allah mabrur” Boleh jadi haji Mak Nur sudah diterima Allah bahkan sebelum ia bertamu ke rumah Allah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali lagi terima kasih, kalian anak-anak muda, jaga kesehatan ya biar lebih lama di tanah kelahiran emak, biar lebih banyak orang yang bisa dibantu…” Emak Nur pun pamit pergi meninggalkan posko sambil memeluk satu persatu relawan yang ada di posko, beberapa relawan perempuan pun tak luput mendapat ciuman hangat bak seorang ibu yang tengah mengalirkan energi cinta kepada anak-anaknya. Jelas pelukan hangat Mak Nur memberi energi lebih kepada para relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan tanpa kenal lelah. Semakin kami sadar bahwa di belakang kami terdapat orang-orang yang terus menopang segala pengorbanan di lokasi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh ribu rupiah yang dititikan Mak Nur rasanya sangat bernilai tinggi bagi kami yang diamanahkan untuk meneruskannya kepada para korban gempa. Sebuah kehormatan bagi segenap relawan ACT yang mendapat amanah bernilai luhur dari seorang Mak Nur. Sungguh, titipan dari sejuta Mak Nur di belahan bumi pertiwi yang tak dapat kami berjumpa satu persatu merupakan amanah tertinggi yang wajib kami panggul secara terhormat di pundak ini. Terima kasih Mak Nur, dua puluh ribu rupiah milik Mak Nur menambah semangat kami… (Gaw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARYANDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-2323983679784756809?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/2323983679784756809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/derita-bencana-sumatera-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2323983679784756809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2323983679784756809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/derita-bencana-sumatera-barat.html' title='Derita Bencana Sumatera Barat'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-638347314869042017</id><published>2009-10-06T19:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T19:04:40.421-07:00</updated><title type='text'>Keseimbangan Karir dan Keluarga</title><content type='html'>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orangtua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman yang luar biasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Bapak Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-638347314869042017?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/638347314869042017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/keseimbangan-karir-dan-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/638347314869042017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/638347314869042017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/keseimbangan-karir-dan-keluarga.html' title='Keseimbangan Karir dan Keluarga'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-7078693541241918965</id><published>2009-10-01T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T00:07:36.714-07:00</updated><title type='text'>Profil Pendiri Yayasan CM Nusantara &amp; Sekolah Islam Terpadu Ulil Albab Palembang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsWDlc4gaCI/AAAAAAAAAF4/KuhM6gnHQsQ/s1600-h/P6253077.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 143px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387857208650262562" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsWDlc4gaCI/AAAAAAAAAF4/KuhM6gnHQsQ/s200/P6253077.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://criskuntadi.blogspot.com/"&gt;Dr. H. Cris Kuntadi, SE, MM, CPA, Ak.&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Banyumas, 24 Juni 1969. Pendidikan formal di bidang akuntansi mulai digeluti sejak kuliah di D-3 (1988–1991) dan melanjutkan di FE Universitas Indonesia (Akuntansi) pada 1993–1996. Gelar Magister Manajemen diperoleh dari UGM, Yogyakarta tahun 2000 &amp;amp; Erasmus Universiteit Rotterdam, Nederland. Gelar profesi yang dimiliki adalah &lt;em&gt;Certified Public Accountant&lt;/em&gt; (CPA) pada Januari 2004 dan Gelar Doktor diperoleh dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang (7 Mei 2009).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1991 mulai bekerja di Jakarta dan sd saat ini masih aktif mengajar di STAN, Universitas Padjajaran Bandung (Maksi), Universitas Andalas Padang (Maksi), Universitas Muhammadiyah Jakarta (Maksi), dan Universitas Sriwijaya Palembang (PPAk.). Kejna di luar negeri pernah dilakukan pada proyek bisnis Eneco-Shell Energy, perusahaan listrik Nederland untuk pemasaran listrik ke Belgia (1999) dan menjadi auditor pada Kantor Audit New Zealand untuk melakukan audit atas instansi Pemerintah Selandia Baru (2001). Sebagai &lt;em&gt;investigative auditor&lt;/em&gt;, pernah menjalani kursus pada program TAMF AusAIDs di Jakarta dan Australia kurang lebih selama sepuluh bulan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002 pindah ke Palembang dan menjadi Ketua IAI Wilayah Sumsel. Bersama istri, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hj. Siti Munfaridah, S.Sos,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ulil Albab dan berikutnya berkembang menjadi Sekolah Islam Terpadu ULIL ALBAB. Mulai Tahun 2006 menjadi Ketua IAI Wilayah Kalimantan Barat di Pontianak dan dosen FE Universitas Tanjung Pura. Tahun 2007 pindah ke Jakarta dan menjadi Sekretaris IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik dan Sekretaris IAI DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HP 0812 789 7808&lt;br /&gt;email: &lt;a href="mailto:cris.kuntadi@iaiglobal.or.id"&gt;cris.kuntadi@iaiglobal.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://criskuntadi.blogspot.com/"&gt;Http://criskuntadi.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-7078693541241918965?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/7078693541241918965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/profil-pendiri-yayasan-cm-nusantara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7078693541241918965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7078693541241918965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/profil-pendiri-yayasan-cm-nusantara.html' title='Profil Pendiri Yayasan CM Nusantara &amp; Sekolah Islam Terpadu Ulil Albab Palembang'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsWDlc4gaCI/AAAAAAAAAF4/KuhM6gnHQsQ/s72-c/P6253077.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-2056631853587032826</id><published>2009-10-01T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T19:34:51.961-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Batik Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsVmwe1XSAI/AAAAAAAAAFo/v3qoAfaEoug/s1600-h/Batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387825512315308034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 80px; CURSOR: hand; HEIGHT: 63px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsVmwe1XSAI/AAAAAAAAAFo/v3qoAfaEoug/s320/Batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Segenap Pengurus Yayasan CM Nusantara dan guru/karyawan TKIT &amp;amp; SDIT Ulil Albab Palembang mengucapkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;alhamdulillah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atas dikukuhkannya batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.&lt;br /&gt;Berikut sejarah batik Indonesia yang diterima dari milis PTKDK-STAN.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Batik di Indonesia&lt;br /&gt;Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Pekalongan&lt;br /&gt;Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Copyrights © 2007 - 2009 BatikMarkets.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-2056631853587032826?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/2056631853587032826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/sejarah-batik-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2056631853587032826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2056631853587032826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/10/sejarah-batik-indonesia.html' title='Sejarah Batik Indonesia'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsVmwe1XSAI/AAAAAAAAAFo/v3qoAfaEoug/s72-c/Batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-727554093584195890</id><published>2009-09-30T06:51:00.001-07:00</published><updated>2009-09-30T06:56:20.396-07:00</updated><title type='text'>Menyiapkan Masa Depan Anak Secara Islami</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjezwHMOI/AAAAAAAAAFY/5DJRPn1_iQs/s1600-h/Menyiapkan+masa+depan+anak+secara+Islami.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 90px; FLOAT: left; HEIGHT: 136px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387258960204476642" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjezwHMOI/AAAAAAAAAFY/5DJRPn1_iQs/s200/Menyiapkan+masa+depan+anak+secara+Islami.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Sinopsis &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik dan menyiapkan masa depan anak sehingga pada saatnya kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti dan berguna bagi nusa, bangsa serta agama merupakan impian bagi setiap orangtua. Sehingga para orangtua berusaha mencari metode yang tepat sebagaimana diajarkan dan dicontohkan Nabi, para sahabat, dan kaum salafush shâlih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini akan menjadi acuan yang ideal bagi orangtua untuk impian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bab 1 Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 2 Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;A. Kedudukan Orang Tua dalam Pendidikan&lt;br /&gt;B. Relasi dalam Pendidikan Antara Ibu dan Anak&lt;br /&gt;C. Peran Ibu dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;D. Kumandang Adzan dan Iqamat di Telinga Bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 3 Kewajiban Ibu Hamil dan Cara Mendidik Anak yang Dikandung&lt;br /&gt;A. Perubahan Secara Fisik&lt;br /&gt;B. Kondisi Psikis Ibu Hamil&lt;br /&gt;C. Kewajiban Mendidik Anak Dalam Kandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 4 Menyiapkan Gizi Bagi Kecerdasan Anak&lt;br /&gt;A. Urgensi Makanan Bergizi&lt;br /&gt;B. Karbohidrat dan Protein&lt;br /&gt;C. Sumber Protein, Karbohidrat, dan Zat Besi (Fe)&lt;br /&gt;D. Anak Perlu Gizi yang Memadai&lt;br /&gt;E. Manfaat Memakan Ikan bagi Kesehatan dan Kecerdasan&lt;br /&gt;F. Menu Seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 5 Pertumbuhan dan Perkembangan Anak&lt;br /&gt;A. Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor yang Berpengaruh&lt;br /&gt;C. Apakah Anak Anda Normal?&lt;br /&gt;D. Jika Tidak Normal, Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 6 Cara Merawat dan Memelihara Anak&lt;br /&gt;A. Secara Baik Kewajiban Ibu Terhadap Anak-anaknya&lt;br /&gt;B. Makanan Bergizi&lt;br /&gt;C. Jadwal Pemberian Makanan&lt;br /&gt;D. Bagaimana Bayi yang Sehat?&lt;br /&gt;E. Pentingnya Menimbang Berat Badan Bayi&lt;br /&gt;F. Perkembangan Gerakan Bayi Sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 7 Tahapan-Tahapan Penerapan Pendidikan Anak&lt;br /&gt;A. Pendidikan Akidah dan Agama&lt;br /&gt;b. Pendidikan Ketaatan&lt;br /&gt;c. Pendidikan Kejujuran&lt;br /&gt;d. Pendidikan Amanah&lt;br /&gt;e. Pendidikan Sifat Qana'ah dan Ridha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 8 Membentuk Kecerdasan Anak A. Tahap-Tahap Perkembangan Kecerdasan Anak&lt;br /&gt;B. Pembentukan Otak&lt;br /&gt;C. Motivasi Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 9 Menciptakan Kreativitas Anak&lt;br /&gt;A. Mengasah Kreativitas&lt;br /&gt;B. Beberapa Ciri Kreativitas&lt;br /&gt;C. Sarana dan Media Kreatif&lt;br /&gt;D. Sikap Kritis&lt;br /&gt;E. Sikap Orang Tua yang Menunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 10 Menyiapkan Spiritualitas Anak&lt;br /&gt;A. Anak Adalah Amanah Allah&lt;br /&gt;B. Anak-Anak Haus Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;C. Kemampuan Spiritualitas Anak&lt;br /&gt;D. Kebutuhan Rohani&lt;br /&gt;E. Semangat Religius&lt;br /&gt;F. Mengajarkan Anak untuk Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 11 Kebutuhan Anak Dalam Keluarga&lt;br /&gt;A. Hak-Hak Anak&lt;br /&gt;B. Dampak Psikologis terhadap Anak&lt;br /&gt;C. Peran Orang Tua&lt;br /&gt;D. Mencari Sang Idola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 12 Menciptakan Lingkungan yang Kondusif dan Agamis bagi Anak&lt;br /&gt;A. Teori Maria Montessori&lt;br /&gt;B. Bakat dan Lingkungan Saling Mempengaruhi&lt;br /&gt;C. Lingkungan yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 13 Memanfaatkan Mainan untuk Anak-Anak&lt;br /&gt;A. Dunia Anak Adalah Dunia Bermain&lt;br /&gt;B. Teori Maria Montessori&lt;br /&gt;C. Mainan yang Bermanfaat&lt;br /&gt;D. Mainan Tidak Perlu Mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 14 Dampak Suasana Rumah Terhadap Inteligensi dan Mental Anak&lt;br /&gt;A. Suasana Rumah yang Kondusif&lt;br /&gt;B. Suasana Rumah dan Perkembangan Inteligensi Anak&lt;br /&gt;C. Suasana Rumah yang Islami&lt;br /&gt;D. Memanfaatkan Televisi untuk Kemajuan Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 15 Mengajar Alquran kepada Anak-Anak&lt;br /&gt;A. Belajar Alquran Sejak dalam Kandungan&lt;br /&gt;B. Perintah Mengajarkan Alquran kepada Anak-Anak&lt;br /&gt;C. Memahamkan Alquran kepada Anak&lt;br /&gt;D. Bagaimana Alquran Berpengaruh terhadap Jiwa Anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 16 Membangkitkan Minat Membaca pada Anak&lt;br /&gt;A. Perpustakaan di Rumah&lt;br /&gt;B. Biasakan Membaca Sejak Dini&lt;br /&gt;C. Manfaat Membaca Sejak Dini Bagi Anak&lt;br /&gt;D. Memilih Buku untuk Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 17 Mengajar Anak Mengemukakan Pendapat&lt;br /&gt;A. Biasakan Berbicara Sopan&lt;br /&gt;B. Baik Luar Dalam&lt;br /&gt;C. Pendapat Anak Perlu Dihargai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 18 Menyiapkan Anak Masuk Sekolah&lt;br /&gt;A. Karakteristik Perilaku Anak Prasekolah&lt;br /&gt;B. Anak Mulai Masuk Sekolah&lt;br /&gt;C. Kesiapan Anak Masuk Sekolah&lt;br /&gt;D. Prinsip Pendidikan Montessori&lt;br /&gt;E. Bagaimana Memilih Sekolah Anak?&lt;br /&gt;F. Pilih Pendidikan Formal yang Betul- Betul Islami&lt;br /&gt;G. Bagaimana dengan Sekolah di Pesantren Anak-Anak?&lt;br /&gt;H. Melepas Anak ke Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Biografi Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang : Drs. Samsul Munir Amin, M.A. Penerbit : Amzah&lt;br /&gt;Kategori : - Buku Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-727554093584195890?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/727554093584195890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/menyiapkan-masa-depan-anak-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/727554093584195890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/727554093584195890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/menyiapkan-masa-depan-anak-secara.html' title='Menyiapkan Masa Depan Anak Secara Islami'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjezwHMOI/AAAAAAAAAFY/5DJRPn1_iQs/s72-c/Menyiapkan+masa+depan+anak+secara+Islami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-592775985075011273</id><published>2009-09-30T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:49:37.817-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana mendidik anak secara Islami</title><content type='html'>"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki anak yang shalih dan shalihah merupakan idaman bagi setiap keluarga Muslim dan Islam telah mengajarkan bagaimana caranya. Buku ini akan memberikan penjelasan tentang bagaimana mendidik anak secara Islami sehingga si anak bisa menjadi anak yang shalih yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan sekitarnya dan bagi agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan kepada anak tidak terlepas dari peran keluarga karena di lingkungan terkecil itulah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dhuha.net/"&gt;http://www.dhuha.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-592775985075011273?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/592775985075011273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/bagaimana-mendidik-anak-secara-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/592775985075011273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/592775985075011273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/bagaimana-mendidik-anak-secara-islami.html' title='Bagaimana mendidik anak secara Islami'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-2828229844719925082</id><published>2009-09-30T06:38:00.001-07:00</published><updated>2009-09-30T06:41:54.457-07:00</updated><title type='text'>Hilangnya Islam di Buku-Buku Pelajaran Sekolah Brazil</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;http://www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Munir Hamdan tumbuh menjadi remaja, dirinya mulai haus akan informasi yang lebih banyak tentang Islam, dan dia memutuskan untuk menggunakan sumber pengetahuan yang jelas yaitu lewat sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun remaja Brazil ini harus kecewa karena hampir tidak ada informasi tentang Islam di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak aku berumur lima tahun, ayahku telah berusaha mengajarkan aku segala sesuatu tentang Islam dan kebudayaannya," kata Hamdan (13 tahun) kepada IOL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun ketika aku pergi ke sekolah, aku baru menyadari bahwa semua apa yang aku pelajari di rumah ternyata hal tersebut tidak penting bagi pendidikan di Brazil."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hamdan hanya menemukan dua bab tentang agama di buku-buku untuk anak-anak sekolah dasar dan menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga halaman tentang semua agama dan yang lainnya membicarakan tentang perang di Timur Tengah, tapi rincian semuanya itu tidak terlalu penting."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdan merupakan salah satu contoh generasi muda Muslim Brazil yang harus kecewa karena kekurangan informasi tentang agama mereka sendiri yaitu Islam dari lembaga-lembaga pendidikan negeri di Brazil.&lt;br /&gt;Menurut sensus tahun 2001, ada sekitar 27.239 umat Islam di Brazil. Namun, federasi Islam Brazil menyebutkan besaran angka sekitar setengah juta umat Islam yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas umat Islam Brazil merupakan imigran keturunan Suriah, Palestina dan Libanon yang menetap di Brazil pada abad 19 selama perang dunia I dan pada era tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tammer Jalil, dari Asosiasi Muslim Arab di kota Curitiba, mengatakan tidak adanya sekolah-sekolah Islam di negara ini juga menjadi kontribusi masalah bagi umat Islam Brazil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua Muslim dipaksa untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah umum atau sekolah swasta, di mana mereka menemukan diri mereka terjebak dalam bentrokan kebudayaan dan agama, ia menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin Muslim mencatat bahwa kurangnya informasi tentang Islam di sekolah membuat keluarga Muslim Brazil mengerahkan segala daya upaya untuk mendidik nilai-nilai Islam untuk anak-anak mereka di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika lingkungan Islam terwujud di rumah, kemungkinan penyimpangan dari pendidikan anak akan menurun," katanya kepada IOL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najla Hussein Tawfik, seorang ibu dari tiga orang yang datang dari Lebanon dengan suaminya sejak 20 tahun yang lalu, merupakan salah satu contoh hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa dirinya harus berjuang untuk memberikan informasi kepada anak-anaknya tentang agama mereka tanpa dukungan pendidikan sekolah.&lt;br /&gt;"Tentu saja rumah merupakan tempat utama untuk mengajarkan anak-anak kita tentang kehidupan dan agama Islam," katanya kepada IOL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ketika Anda datang ke negeri asing, segala upaya harus digunakan meskipun anda harus sadar bahwa anda tidak dapat menggunakan metode pengajaran yang sama seperti yang anda terima dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfik mengatakan bahwa ia menyadari agama bukanlah subjek yang akan benar-benar dibahas di sekolah-sekolah Brazil, terutama di negara yang tren sekuler sedang muncul, diperlukan adanya ketersediaan informasi tentang setiap agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengerti bahwa alasannya adalah untuk mencegah adanya perbedaan dan perdebatan," ujar ibu Muslim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi setidaknya mereka bisa menawarkan lebih banyak informasi, sehingga generasi baru mendatang akan lebih mudah memahami budaya dan kebiasaan kami."(fq/iol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-2828229844719925082?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/2828229844719925082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/hilangnya-islam-di-buku-buku-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2828229844719925082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/2828229844719925082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/hilangnya-islam-di-buku-buku-pelajaran.html' title='Hilangnya Islam di Buku-Buku Pelajaran Sekolah Brazil'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-3241985731541908033</id><published>2009-09-30T05:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T05:47:40.667-07:00</updated><title type='text'>Doaku kepada Allah SWT</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://zhumar.blogspot.com/"&gt;http://zhumar.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, tahukah Engkau bahwa malam ini saya sangat merindukanMu… sangat ingin berbicara denganMu, sangat ingin berdua saja denganMu, sangat ingin Engkau mendengarkan apa saja yang saya alami dibumi milikMu, sangat ingin dimanjakan olehMu, sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayangMu, sangat ingin tidak ada hijab, tidak ada jarak diantara kita, sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan saya dimasa masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas saya, bahkan setelah napas saya berpisah dari raga saya ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya ALLAH tahukah Engkau bahwa namaMu selalu saya sebut disetiap langkah saya… bahwa namaMu adalah nama terindah yang pernah saya kenal, bahwa dengan menyebut namaMu hati saya akan kembali tenang, bahwa namaMu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati didalam jiwa saya bergetar, bahwa namaMu begitu indah bukan hanya ditelinga saya, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna didalam raga saya bahkan berdetak sempurna bak rentakan rampak gendang dijantung hati saya… :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH saya ingin Engkau tahu bahwa sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta saya ini membuat saya ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena saya tahu bahwa saya tidak bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH kehadiranMu selalu ada dalam setiap helaan napas saya, tak sehelapun tanpa kehadiranMu, Engkaulah pelepas dahaga jiwa saya, Engkaulah penghapus rasa lapar jiwa saya, penyejuk mata, cahaya akal, pengharum batin, Engkaulah penawar racun didalam raga hamba… You are my everything, You are the step I made, You are my daily sunshine :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH jangan tinggalkan saya, jangan jauhi saya jika saya salah, … tak ada yang lebih baik dari yang saya miliki kecuali Engkau, tak ada cinta yang lain, tak akan saya mencintai apapun diduniaMu yang akan membuat Engkau cemburu dan marah lalu meninggalkan saya, TAK AKAN saya berselingkuh dengan Tuhan lain selain Engkau, tak akan ada cinta yang lain wahai ALLAH :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH inilah saya yang mencintaiMu melebihi apapun … jangan tinggalkan saya :)&lt;br /&gt;ya ALLAH tercinta, yang tiada TUHAN selain Engkau … saya janji nanti saya akan kirimi lagi Engkau surat cinta saya yang lain ya ALLAH, saya tahu bahwa Engkau tidak pernah lelah menanti cinta saya … menunggu surat cinta saya yang lain, I LOVE YOU wahai ALLAH :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai ALLAH bahwa surat cintaMu yang terlukis indah dalam kitab suciMu Al Quran selalu saya baca untuk melepas kerinduan yang membuncah didalam jiwa saya … saya sangat sangat merindukanMU.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-3241985731541908033?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/3241985731541908033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/doaku-kepada-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/3241985731541908033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/3241985731541908033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/doaku-kepada-allah-swt.html' title='Doaku kepada Allah SWT'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-1169623914927253872</id><published>2009-09-30T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T07:02:32.989-07:00</updated><title type='text'>Cara Mudah Mendidik Anak Mencintai Islam</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNkPaJu4zI/AAAAAAAAAFg/RnfFeIujUA8/s1600-h/Sholat+jamaah.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNkPaJu4zI/AAAAAAAAAFg/RnfFeIujUA8/s1600-h/Sholat+jamaah.JPG"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 240px; FLOAT: right; HEIGHT: 180px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387259795146203954" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNkPaJu4zI/AAAAAAAAAFg/RnfFeIujUA8/s320/Sholat+jamaah.JPG" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;http://www.hidayatullah.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya menjadi saleh dan mencintai agamanya. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan Hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) melarang Umair bin Abi Waqqas ikut dalam perang Badar karena dianggap masih kecil. Tapi anehnya, larangan itu membuat Umair terpukul dan menangis. Sekalipun masih kecil, di dalam diri Umair sudah tertanam kuat bahwa perang membela Islam itu sebuah kemuliaan yang amat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat reaksi Umair, Rasulullah SAW luluh juga. Beliau kemudian mengijinkan anak yang belum cukup umur itu ikut berjihad.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah Asy-Sya’bi yang terjadi pada perang Uhud. Ada seorang ibu dengan sangat semangat mengantarkan anaknya yang masih kecil kepada Rasulullah SAW agar diikutkan perang. Dia berharap sekali agar Rasulullah SAW mengizinkan anaknya berpartisipasi dalam berjihad seraya berkata, “Ya Rasulullah, ini anakku sudah siap menyertai Anda berperang.” Rasulullah SAW kemudian memerintahkan anak itu membantu membawa peralatan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu perang berlangsung, anak tersebut terluka. Ia lalu mendatangi Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Hai anakku, semoga engkau tidak gelisah dan bersedih hati!” Dengan tegas ia menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah sebuah gambaran bagaimana para sahabat Rasulullah SAW berhasil mendidik putra-putranya mencintai Islam sepenuh jiwa dan raganya. Sekarang pertanyaannya, bisakah kita mendidik anak-anak kita menjadi anak seperti kisah di atas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa menjadi orangtua pada zaman sekarang tidaklah mudah. Apalagi jika mengharapkan anak yang tidak sekedar pintar, melainkan juga taat dan mencintai Islam sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendidik anak agar saleh, kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada sekolah. Tapi peran aktif orangtua juga amat diperlukan dalam masalah ini. Orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana mungkin anak mau disuruh shalat atau membaca al-Qur`an, jika orangtuanya tidak shalat dan tidak senang membaca Kitab Suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya agar menjadi anak yang saleh danmencintai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Menanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua. Orangtualah yang punya pengaruh besar dalam tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si buah hati mengenal secara benar siapa Tuhannya. Sejak masih dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Begitu lahir, si bayi dibiasakan mendengarkan ayat-ayat al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia dini, anak diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah SWT. Dari sini orangtuanya bisa menyampaikan kepada anaknya, mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, anak dikenalkan dengan asma dan sifat-sifat Allah SWT. Dengan cara ini anak mengetahui betapa Allah Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Kaya dan seterusnya. Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada dirinya untuk senantiasa mengagungkan Allah SWT dan bergantung hanya kepada-Nya. Lebih dari itu, kita berharap dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah SWT; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap. Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah SWT misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Qur`an bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlak seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. Jangan sampai luput untuk mengajarkan bahwa itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kerjasama Ayah dan Ibu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh langsung dari orangtuanya. Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan. Oleh karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal saleh. Insya Allah, dengan begitu anak akan mudah diingatkan secara sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal yang demikian membutuhkan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung. Bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, seorang ayah sudah bersusah payah agar anaknya mau shalat. Namun, karena sang ibu merasa tidak perlu, tentu saja akan membingungkan anaknya dan menjadikan si ibu sebagai alasan dia untuk tidak shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan dimana dia beraktivitas, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak. Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus dilakukan. Hanya dengan ituakan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Ernawaty, pengajar di TK Ya Bunayya Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-1169623914927253872?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/1169623914927253872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/cara-mudah-mendidik-anak-mencintai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1169623914927253872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1169623914927253872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/cara-mudah-mendidik-anak-mencintai.html' title='Cara Mudah Mendidik Anak Mencintai Islam'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNkPaJu4zI/AAAAAAAAAFg/RnfFeIujUA8/s72-c/Sholat+jamaah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-5268044664896486790</id><published>2009-09-27T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:54:21.764-07:00</updated><title type='text'>TKIT &amp; SDIT ULIL ALBAB GELAR EKSPO</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjAx8d1ZI/AAAAAAAAAFQ/GEeVzWIpJ7U/s1600-h/Masjid.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 136px; FLOAT: left; HEIGHT: 78px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387258444323345810" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjAx8d1ZI/AAAAAAAAAFQ/GEeVzWIpJ7U/s200/Masjid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;PALEMBANG&lt;/strong&gt;,SRIPO-Berbagai cara dilakukan pihak sekolah untuk menarik dan mencari bakat para anak didiknya. Seperti yang dilakukan lembaga pendidikan TKIT &amp;amp; SDIT Ulil Albab, kamis-jum'at (17-18 Mei 2008). Dengan menggelar ekspo yang menampilkan kebolehan para peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang berlangsung dengan digelar berbagai lomba seperti cerdas cermat, pembuatan alat peraga edukatif, peragaan busana, hafalan ayat pendek, mewarnai, membaca untuk anak TK, dan berbagai lomba lainnya tersebut dikhususkan bagi anak pra sekolah dan SD Islam di Palembang." Acara ini kami tujukan untuk anak-anak usia &lt;em&gt;play group &lt;/em&gt;SD Islam se-Palembang dengan tujuan dapat menjalin silaturahim antara sekolah Islam yang ada di Palembang." kata Ketua Yayasan CM Nusantara Lembaga Pendidikan Ulil Albab, Siti Munfaridah, S.Sos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kegiatan yang merupakan agenda tahunan tersebut ditujukan bagi kemajuan dan meningkatkan minat anak.Sehingga mereka memiliki keberanian untuk tampil dimuka umum untuk melihat kebolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-5268044664896486790?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/5268044664896486790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/tkit-sdit-ulil-albab-gelar-ekspo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/5268044664896486790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/5268044664896486790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/tkit-sdit-ulil-albab-gelar-ekspo.html' title='TKIT &amp; SDIT ULIL ALBAB GELAR EKSPO'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SsNjAx8d1ZI/AAAAAAAAAFQ/GEeVzWIpJ7U/s72-c/Masjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-7885001850689310639</id><published>2009-09-27T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:06:33.634-07:00</updated><title type='text'>Ulil Albab Gelar Pelatihan Jarimatika</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PALEMBANG&lt;/strong&gt;-Untuk menjadikan pelajaran matematika menjadi menyenangkan bagi siswanya dan meningkatkan kemampuan siswa, serta memberi pelajaran kepada wali murid dalam membantu putra-putrinya belajar di rumah. Sekolah Terpadu Ulil Albab mengadakan pelatihan jarimatika (menghitung, membagi, dan mengurangi dengan 10 jari) kepada 83 wali murid di aula TK/SD Islam Terpadu Ulil Albab Palembang pada Sabtu (16/06/2009).&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menurut Hj. Siti Munfaridah, S.Sos. selaku Ketua Yayasan CM Nusantara yang membawahi sekolah Islam terpadu Ulil Albab sekaligus pembimbing/pengajar, kegiatan ini merupakan pelatihan yang pertama dilaksanakan di kota palembang. Sengaja mereka mengundang wali murid untuk me ngikuti pelatihan jarimatika, diharapkan, nantinya mereka dapat mengajari anak mereka bagaimana cara menghitung, membagi, dan mengurangi angka-angka dengan menggunakan 10 jari. Tentunya hal ini akan menyenangkan, ujar Siti Munfaridah."Di sekolah mereka juga diajari metode ini. Tujuannya, selain untuk membantu anak-anak menjadi lebih pandai matematika, juga untuk menunjukkan kepada siswa bahwa pelajaran matematika itu menyenangkan. Pelajaran ini juga amat mudah, sederhana, tepat, dan akurat." Jelas Siti Munfaridah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rusmini, salat seorang peserta mengatakan, "Pelatihan ini sangat bagus, dan menyenangkan. Tentu kami dapat menerapkannya kepada anak-anak di rumah. Ternyata, pelajaran matematika yang selama ini ditakuti, karena sulit dipelajari berubah menjadi menyenangkan."Hal yang sama diungkapkan Rohayah. Menurutnya, pelajaran ini jadi menyenangkan karena bisa belajar sambil bermain. Oleh karena itu, kalau bisa, ke depan, pelajaran ini terus disosialisasikan sehngga tidak hanya sebatas pelatihan." Harapan Rohayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-7885001850689310639?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/7885001850689310639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/ulil-albab-gelar-pelatihan-jarimatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7885001850689310639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/7885001850689310639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/ulil-albab-gelar-pelatihan-jarimatika.html' title='Ulil Albab Gelar Pelatihan Jarimatika'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-8709644792749813138</id><published>2009-09-14T18:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T05:50:09.236-07:00</updated><title type='text'>Asosiasi Dokter Amerika Resah Akan Dampak PlayStation</title><content type='html'>Ada sebuah kebiasaan dan kecanduan baru yang efeknya orang jadi mengabaikan teman, keluarga, bahkan lupa makan, lupa mandi. Tapi kebiasaan ini tidak terkait alkohol atau narkotika. Ini adalah dampak kecanduan bermain playstation. Para pakar psikologi Amerika, secara resmi menyatakan kekhawatiran mereka terhadap efek yang ditimbulkan dari kebiasaan sejumlah orang yang sangat gemar bermain playstation. Mereka menganggap penyakit yang ditimbulkan akibat kecanduan playstation harus segera diatasi karena bisa mengakibatkan penyakit kejiwaan yang cukup parah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para pakar medis itu mengatakan, ‘cukup’ untuk permainan play station karena permainan itu sudah menjadi candu layaknya seseorang terikat dengan narkoba. Penyakit ketergantungan dan kecanduan berat seperti itu menurut mereka akan menjadi pintu berbagai penyakit jiwa yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan yang diajukan American Medical Association-Forum Kedokteran AS yang menghimpun lebih dari 250 ribu dokter-disampaikan agar para dokter melakukan tekanan terhadap para penentu kebijakan bisnis untuk mulai menahan peredaran playstation. Mereka juga menyebutkan, agar para orang tua berperan aktif mengatur jadwal anak-anak mereka yang gemar bermain playstation, tidak lebih dari dua jam dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Martin Wasserman, seorang pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa pernyataan ini sangat masuk akal. Karena kecanduan playstation bisa mengakibatkan keguncangan jiwa dan biasanya bisa merambat pada pola kehidupan pribadi yang bisa merusak kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joyce Protopapas yang tinggal di Texas mengatakan, anaknya yang berusia 17 tahun bernama Michael, adalah pecandu playstation. Selama hampir dua tahun, playstation baik dari video maupun internet mengurung anaknya di rumah. Menurut Joyce, anaknya menghabiskan siang dan malam dengan bermain video game online yang biasa disebut World of Warcraft. “Ayah saya seorang alkoholik, dan saya melihat hal yang sama pada anak saya yang kecanduan playstation, ” ujar Protopapas. Ia kemudian berusaha menghilangkan kecanduan video game dari anaknya, Michael dengan melakukan berbagai langkah terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi mereka disampaikan hasil survey bahwa 90% dari pemuda dan remaja AS bermain playstation, sementara 15% dari mereka atau sekitar 5 juta orang kecanduan playstation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Karen Pierce, seorang psikiater di Chicago mengatakan, bahwa saat ini ia menangani sejumlah anak yang bermain video games secara ekstrim. “Saya menemukan seorang dalam minggu ini, yang tidak tidur, tidak mandi, hanya karena video games. Mereka benar-benar sangat kacau, ” ujarnya. (na-str/akhbr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-8709644792749813138?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/8709644792749813138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/asosiasi-dokter-amerika-resah-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8709644792749813138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8709644792749813138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/asosiasi-dokter-amerika-resah-akan.html' title='Asosiasi Dokter Amerika Resah Akan Dampak PlayStation'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-4406772971754486003</id><published>2009-09-14T18:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:03:01.432-07:00</updated><title type='text'>Dampak Buruk Bisnis Rental PS Playstation (Video Game) Bagi Anak-Anak Pelajar</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://organisasi.org/dampak-buruk-bisnis-rental-ps-playstation-video-game-bagi-anak-anak-pelajar"&gt;http://organisasi.org/dampak-buruk-bisnis-rental-ps-playstation-video-game-bagi-anak-anak-pelajar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang umumnya masih memiliki pikiran yang polos sehingga mudah untuk tergoda dengan hal-hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sesuatu yang bagi mereka menyenangkan dan mengasyikkan bisa saja dapat memberi efek yang tidak baik bagi perkembangan fisik dan mental mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Usaha persewaan &lt;em&gt;video game&lt;/em&gt; alias rental PS/PS2 atau rental &lt;em&gt;playstation &lt;/em&gt;awalnya lahir dari usaha ding dong &lt;em&gt;(arcade)&lt;/em&gt; di waktu lampau. Seiring perkembangan zaman, maka mesin dingdong yang kalah pamor dengan mesin &lt;em&gt;video game console&lt;/em&gt; rumahan. Dari sisi harga &lt;em&gt;console game&lt;/em&gt; seperti sony playstation2, microsoft xbox 360, nintendo wii, dan lain sebagainya lebih murah dibandingkan dengan harga mesin arcade ding dong yang sangat mahal dan gamenya tidak mudah diubah-ubah sesuai keinginan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rental PS yang hanya memiliki orientasi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampaknya bagi konsumen atau pelanggan yang rata-rata anak-anak usia sekolah atau mahasiswa. Selama tidak ada komplain dari penyewa, maka mereka akan terus menjalankan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada lagi bentuk bisnis yang mirip dengan rental ps, yaitu rental game online yang sekilas mirip seperti warnet namun menyediakan game yang terhubung dengan banyak pemain baik dalam suatu jaringan besar. Dari sisi konsumen utama game online biasanya bukan anak-anak kecil sehingga dampaknya tidak separah rental ps dengan pemain mayoritas anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa saja yang membuat usaha rental ps2 ini memiliki efek yang jelek pada anak-anak:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;1. Merusak Mata dan Menimbulkan Kelelahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ukuran televisi untuk bermain yang besar dan jarak bermain yang sangat dekat yaitu kurang lebih satu meter dari depan tv jelas dalam jangka panjang akan merusak mata para pemain menimbulkan rabun jauh. Waktu bermain yang panjang dengan permainan yang seru membuat anak lupa istirahat, lupa makan, lupa mandi, lupa belajar, lupa buat pr, lupa pulang dan lain sebagainya. Hal ini dapat memperbesar resiko terserang berbagai jenis penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;2. Menyita Waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Menyewa mesin permainan yang biasanya minimal satu jam membuat banyak waktu tersita yang seharusnya bisa dipakai untuk melakukan aktifitas lain yang lebih berguna. Belum lagi kalau waiting list karena sedang ramai atau hobi nonton teman bermain. Tempat atau ruangan yang dilengkapi oleh pendingin udara atau ac serta lantai yang bersih melengkapi kenyamanan konsumen untuk berlama-lama nongkrong di rental ps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;3. Menimbulkan Kecanduan Main dan Membuat Malas Belajar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Jika pikiran anak dipenuhi oleh permainan yang mengasyikkan maka yang dipikirkannya kebanyakan hanya main game seperti ngadu bola we, balapan, berantem satu lawan satu, adu dance, dan lain sebagainya. Sepulang sekolah langsung nongkrong di tempat rental ps, sore juga, malam juga nongkrong. Hal ini membuat anak kekurangan waktu dan konsentrasi penuh untuk belajar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;4. Kurang Kontrol Petugas Rental&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang berorientasi pada keuntungan semata sangat berbahaya karena anak-anak bisa saja cabut atau bolos sekolah hanya untuk main ps. Yang seharusnya ikut les atau bimbel jadi malah nongkong main ps. Yang belum makan, belum tidur siang, belum mandi, dan lain-lain bisa dengan mudah main ps tanpa larangan petugas. Main berjam-jam pun justru sangat disukai petugas rental. Game yang tidak layak bagi anak-anak (belum cukup umur) pun disuguhkan dengan bebas siap tersedia tanpa memikirkan perkembangan mental anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;5. Menghabiskan Uang Jajan Hanya Untuk Main PS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Anak yang gemar main ps dengan uang jajan yang pas-pasan akan membuat anak itu bersikap boros dan sulit untuk menabung. Baginya yang penting adalah bersenang-senang. Seharusnya anak-anak jangan banyak melakukan aktifitas transaksi yang harus membayar / bayar tanpa didampingi oleh orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;6. Berpeluang Mengajarkan Judi / Taruhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Taruhan judi bola dan judi adu bola itu sudah biasa banyak dilakukan oleh orang dewasa. Jangan sampai anak-anak kita gemar bertaruh atas apa yang dilakukannya sendiri maupun dilakukan oleh orang lain. Jika anak sudah senang berjudi, maka ke depannya bisa saja si anak jadi tukang judi yang senang menghamburkan uang dengan harapan menang taruhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi sisi buruk dari usaha rental ps. Diperlukan aturan yang ketat bagi pengusaha rental video game console dan game online agar tidak menimbulkan kerugian pelanggan dan merusak masa depan anak-anak kita. Intinya sistem rental ps yang ada sekarang ini sangat tidak mendidik sehingga perlu aturan main yang menguntungkan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-4406772971754486003?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/4406772971754486003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/dampak-buruk-bisnis-rental-ps.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/4406772971754486003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/4406772971754486003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/dampak-buruk-bisnis-rental-ps.html' title='Dampak Buruk Bisnis Rental PS Playstation (Video Game) Bagi Anak-Anak Pelajar'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-6504819361220042146</id><published>2009-09-14T18:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T05:51:47.353-07:00</updated><title type='text'>Anak Membolos Karena Play Station</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://gurukreatif.com/"&gt;http://gurukreatif.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar siswa membolos karena sibuk bermain &lt;em&gt;play station &lt;/em&gt;di tempat penyewaan dekat sekolahnya? Ketika mendengar berita ini, sebagai pendidik Anda pasti akan marah, geram, dan tidak habis pikir mengapa siswa tersebut mengorbankan masa depannya hanya untuk memainkan permainan yang sepintas hanya menghabiskan waktu dan membuang uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti dulu menurut Marc Prensky, jika terjadi hal seperti ini gurulah pihak yang harus memikirkan kembali gaya dan cara mengajarnya di sekolah. Maklum berbeda dengan kita dulu, siswa-siswa kita sekarang ada di jaman yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jaman kita dahulu, saluran televisi hanya ada satu, dan milik pemerintah pula. Bisa dibayangkan jika anak yang hidup di masa sekarang melihat atau diberi kesempatan untuk hidup di masa kita seusia mereka, sudah pasti kometar mereka hanya satu; “membosankan!”. Ini dikarenakan hanya sedikit sarana serta teknologi bagi mereka untuk bermain dan menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi yang sekarang menjadi siswa-siswi kita hidup dengan teknologi. Hidup mereka dikelilingi oleh bermacam jenis teknologi dari alat komunikasi sampai pemutar musik, dari televisi dengan puluhan saluran sampai &lt;em&gt;video games&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai illustrasi mari kita mulai dari keseharian mereka bangun pagi hari dengan alarm yang disetel di telepon genggam mereka, berangkat ke sekolah sambil mendengarkan alunan musik dari pemutar musik digital (mp3) sambil mengirim dan menerima pesan dari teman sekolah, sampai di sekolah bertemu dengan rekan sebaya lalu berbicara mengenai perkembangan &lt;em&gt;games&lt;/em&gt; yang terbaru sampai malam hari ketika mereka ingin tidur terkadang masih sibuk mengobrol melalui pesan singkat atau jika tersedia komputer di kamar mereka, maka mereka akan mengobrol lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begitulah gaya hidup siswa-siswi kita sekarang, dengan bantuan teknologi membantu mereka untuk selalu terhubung satu sama lain, sambil mengerjakan semuanya saat bersamaan. Sambil mengerjakan tugas di komputer, mereka mendengarkan musik, mengirim dan menerima sms dan masih banyak lagi contoh bahwa mereka melakukan beberapa hal saat bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan guru-guru yang mengajar siswa-siswi yang mempunyai perilaku dan kebiasaan di atas. Guru-guru tentu tidak lahir di jaman yang sama dengan siswanya. Lantas apa yang seharusnya dilakukan guru agar saat mengajar siswa yang berbeda generasi dalam hal teknologi ini dengan mudah bisa membuat siswa tertarik dengan pembelajaran yang dilakukannya di kelas. Sehingga contoh kasus diawal tulisan tidak terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-6504819361220042146?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/6504819361220042146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/anak-membolos-karena-play-station.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/6504819361220042146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/6504819361220042146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/anak-membolos-karena-play-station.html' title='Anak Membolos Karena Play Station'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-1769001577083156852</id><published>2009-09-13T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:01:23.335-07:00</updated><title type='text'>Bahasa Indonesia - Mana yang benar?</title><content type='html'>By &lt;strong&gt;Ivan Lanin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Bahasa Depdiknas ternyata memiliki satu rubrik menarik “Petunjuk Praktis” yang memuat artikel-artikel mengenai pedoman berbahasa Indonesia yang benar. Berikut rangkuman mengenai mana pilihan kata yang benar menurut rubrik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;malpraktik &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;malapraktik&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah malapraktik, dari bentuk mala- yang berasal dari bahasa Jawa Kuna yang bermakna “noda, cacat, membawa rugi, celaka, sengsara”. Bentuk mala- merupakan terjemahan dari prefiks mal- dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;sukarelawan&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;relawan&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah sukarelawan, karena akhiran -wan tidak pernah melekat pada verba, melainkan selalu pada nomina. Imbuhan -wan berasal dari bahasa Sanskerta yang bisa berarti “orang yang memiliki”, “orang yang ahli pada bidang”, atau “orang yang berprofesi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;jadwal&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;jadual&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah jadwal, karena berasal dari kata bahasa Arab yang dituliskan dengan “wa” pada abjad bahasa tersebut. Kaidah yang sama berlaku pada kata lain yang diserap dari bahasa Arab seperti takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;saptapesona &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;sapta pesona&lt;/u&gt;;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang benar adalah saptapesona, karena serapan kata bilangan dari bahasa Sanskerta merupakan unsur terikat yang penulisannya dituliskan serangkai dengan unsur yang menyertainya. Contoh lain kata bilangan serapan dari bahasa Sansekerta adalah eka, dwi, catur, panca, dan dasa yang semuanya juga harus ditulis serangkai dengan unsur yang menyertainya. Beberapa unsur serapan lain dari bahasa Sanskerta seperti adi-, manca-, swa-, dan nara- juga harus ditulis serangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;rawat inap &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;rawat nginap&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah rawat inap, karena nginap bukan bentuk dasar (inap) ataupun bentuk berimbuhan lengkap (menginap). Gabungan kata lazimnya menggunakan bentuk yang paling ringkas yaitu kata dasar dan boleh menggunakan kata berimbuhan jika bentuk dasar tidak menggambarkan gagasan yang tepat dari istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;aktivitas &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;aktifitas&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah aktivitas, karena merupakan penyerapan langsung dari bahasa Inggris activity. Kata dalam bahasa Inggris bisa diserap dalam bentuk dasar maupun berimbuhan. Jika dalam bentuk berimbuhan, penyerapan dilakukan tidak terpisah dengan kata dasarnya. Jadi active diserap menjadi aktif, sedangkan activity diserap menjadi aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;standardisasi &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;standarisasi&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah standardisasi, karena alasan yang sama dengan aktivitas di atas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;mengkritisi &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;mengkritik&lt;/u&gt;;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang benar adalah mengkritik, karena berasal dari gabungan meng- dan kritik (nomina) yang berarti “melakukan kritik”. Kata kritisi sendiri adalah bentuk jamak dari kritikus yang berarti “orang yang melakukan kritik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;debit&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;debet&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah debit, karena diserap langsung dari bahasa Inggris debit. Debit sendiri merupakan suatu polisemi – kata yang maknanya lebih dari satu – karena dapat berarti catatan pada pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban (istilah akuntansi) atau jumlah air yang dipindahkan dalam suatu satuan waktu tertentu pada titik tertentu di suatu saluran yang menyalurkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;menyolok &lt;/u&gt;atau &lt;u&gt;mencolok&lt;/u&gt;;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang benar adalah mencolok, karena berasal dari kata dasar colok sedangkan fonem c pada awal kata dasar tidak meluluh jika diberi awalan me-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;pemirsa&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;pirsawan&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah pemirsa, berasal dari kata pirsa (verba) sedangkan imbuhan -wan tidak lazim digabungkan dengan verba, melainkan biasanya dengan nomina atau adjektiva. Kata pirsa sendiri berarti “tahu, melihat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;elit&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;elite&lt;/u&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang benar adalah elite, karena berasal dari bahasa Latin eligere yang berarti “memilih” dan dalam bahasa Latin, huruf e pada akhir kata harusnya diucapkan. Kaidah ini mirip dengan bonafide dan faksimile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengamati penjelasan dari artikel-artikel tersebut, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam menilai kata mana yang benar adalah cari dulu asal-usul kata tersebut dan ikuti pola penyerapan istilah bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-1769001577083156852?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/1769001577083156852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/bahasa-indonesia-mana-yang-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1769001577083156852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1769001577083156852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/bahasa-indonesia-mana-yang-benar.html' title='Bahasa Indonesia - Mana yang benar?'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-8363469652336967489</id><published>2009-09-13T20:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T05:52:36.936-07:00</updated><title type='text'>ILMU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: http://udhiexz.wordpress.com/2008/04/12/ilmu-pendidikan-dalam-perspektif-islam/&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;A. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Arti pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori. Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat serta kuat dan Berketerampilan, cerdas serta pandai. Tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;B. Pendidikan Dalam Perspektif Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pengertian pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaan. Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Langgulung (1997), pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Para ahli pendidikan lebih menyoroti istilah-istilah dari aspek perbedaan antara tarbiyyah dan ta’lim, atau antara pendidikan dan pengajaran. Dan dikalangan penulis Indonesia, istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembinaan watak, moral, sikap atau kepribadian, atau lebih mengarah kepada afektif, sementara pengajaran lebih diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah (Hadist). Menurut Prof. Dr. Mohammad Athiyah al Abrasyi pendidik itu ada tiga macam :&lt;br /&gt;1. Pendidikan Kuttab&lt;br /&gt;Pendidikan ini ialah yang mengajarkan al Qu’ran kepada anak-anak dikuttab. Sebagian diantara mereka hanya berpengetahuan sekedar pandai membaca, menulis dan menghafal al Qur’an semata.&lt;br /&gt;2. Pendidikan Umum&lt;br /&gt;Ialah pendidikan pada umumnya, yang mengajarkan dilembaga-lembaga pendidikan dan mengelola atau melaksanakan pendidikan Islam secara formal sperti madrasah-madrasah, pondok pesantren ataupun informal seperti didalam keluarga.&lt;br /&gt;3. Pendidikan Khusus&lt;br /&gt;Adalah pendidikan secara privat yang diberikan secara khusus kepada satu orang atau lebih dari seorang anak pembesar kerajaan (pejabat) dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;C. Defenisi Ilmu Pendidikan Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori, tetapi isi lain juga ada ialah :&lt;br /&gt;1. Teori.&lt;br /&gt;2. Penjelasan tentang teori itu.&lt;br /&gt;3. Data yang mendukung tentang penjelasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah nama Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw, yang berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia ; ajaran itu dirumuskan berdasarkan dan bersumber pada al Qur’an dan hadist serta aqal. Penggunaan dasarnya haruslah berurutan :al Qur’an lebih dahulu ; bila tidak ada atau tidak jelas dalam al Qur’an maka harus dicari dalam hadist ; bila tidak ada atau tidak jelas didalam hadist, barulah digunakan aqal (pemikiran), tetapi temuan aqal tidak boleh bertentangan dengan jiwa al Qur’an dan hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;D. Tujuan Umum Pendidikan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;1. Hakikat manusia menurut Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Dalam teori pendidikan lama, yang dikembangkan didunia barat, dikatakan bahwa perkembangannya seseorang hanya dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme) sebagai lawannya berkembang pula teori yang mengajarkan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh lingkungannya (empirisme), sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungannya (konvergensi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok, manusia yang mempunyai aspek jasmani, disebutkan dalam surah al Qashash ayat : 77 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah kehidupan akhirat dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;2. Manusia Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam pandangan Islam mempunyai aspek jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala manusia masih hidup didunia. Manusia mempunyai aspek akal. Kata yang digunakan al Qur’an untuk menunjukkan kepada akal tidak hanya satu macam. Harun Nasution menerangkan ada tujuh kata yang digunakan :&lt;br /&gt;1. Kata Nazara, dalam surat al Ghasiyyah ayat 17 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kata Tadabbara, dalam surat Muhammad ayat 24 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kata Tafakkara, dalam surat an Nahl ayat 68 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “buatlah sarang-sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan ditempattempat yang dibikin manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kata Faqiha, dalam surat at Taubah 122 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kata Tadzakkara, dalam surat an Nahl ayat 17 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kata Fahima, dalam surat al Anbiya ayat 78 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah kisah daud dan Sulaiman, diwaktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kata ‘Aqala, dalam surat al Anfaal ayat 22 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya binatang(makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa-pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mempunyai aspek rohani seperti yang dijelaskan dalam surat al Hijr ayat 29 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kedalamnya roh-Ku, maka sujudlah kalian kepada-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manusia Sempurna Menurut Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Jasmani Yang sehat Serta Kuat dan Berketerampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghendaki agar orang Islam itu sehat mentalnya karena inti ajaran Islam (iman). Kesehatan mental berkaitan erat dengan kesehatan jasmani, karena kesehatan jasmani itu sering berkaitan dengan pembelaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasmani yang sehat serta kuat berkaitan dengan ciri lain yang dikehendaki ada pada Muslim yang sempurna, yaitu menguasai salah satu ketrampilan yang diperlukan dalam mencari rezeki untuk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendidik Muslim sejak zaman permulaan - perkembangan Islam telah mengetahui betapa pentingnya pendidikan keterampilan berupa pengetahuan praktis dan latihan kejuruan. Mereka menganggapnya fardhu kifayah, sebagaimana diterangkan dalam surat Hud ayat 37 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan buatlah bahtera itu dibawah pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan jangan kau bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu karena meeka itu akan ditenggelamkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Cerdas Serta Pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menginginkan pemeluknya cerdas serta pandai yang ditandai oleh adanya kemampuan dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai di tandai oleh banyak memiliki pengetahuan dan informasi. Kecerdasan dan kepandaian itu dapat dilihat melalui indikator-indikator sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;a) &lt;!--[endif]--&gt;Memiliki sains yang banyak dan berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;b) &lt;!--[endif]--&gt;Mampu memahami dan menghasilkan filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;c) &lt;!--[endif]--&gt;Rohani yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan rohani (tegasnya kalbu) lebih jauh daripada kekuatan akal. Karena kekuatan jasmani terbatas pada objek-objek berwujud materi yang dapat ditangkap oleh indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat mengistemewakan aspek kalbu. Kalbu dapat menembus alam ghaib, bahkan menembus Tuhan. Kalbu inilah yang merupakan potensi manusia yang mampu beriman secara sungguh-sungguh. Bahkan iman itu, menurut al Qur’an tempatnya didalam kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tujuan Pendidikan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat a Dzariyat ayat 56 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, shaum pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disandarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Pembinaan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3. &lt;!--[endif]--&gt;Penguasaan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4. &lt;!--[endif]--&gt;Keterampilan bekerja dalam masyrakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Tujuan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;Tujuan pengembangan akal dan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3. &lt;!--[endif]--&gt;Tujuan pengajaran kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4. &lt;!--[endif]--&gt;Tujuan pembicaraan kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Bahagia di dunian dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;menghambakan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3. &lt;!--[endif]--&gt;Memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4. &lt;!--[endif]--&gt;Akhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu dalam perspektif Islam bukan hanya mempelajari masalah keagamaan (akhirat) saja, tapi juga pengetahuan umum juga termasuk. Orang Islam dibekali untuk dunia akhirat, sehingga ada keseimbangan. Dan ilmu umum pun termasuk pada cabang (furu’) ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan umat Islam sempat merasakan puncak keemasannya, dimana disaat bangsa Eropa mengidap penyakit hitam, umat islam sudah menemukan sabun, di saat jalan-jalan di Eropa kumuh, gelap, tidak teratur, umat islam sudah punya jalan-jalan yang indah, penerangan, bahkan sistem irigasi yang sudah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Tafsir., Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam., PT. Remaja Rosdakarya., Bandung, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Uhbiyati., Ilmu Pendidikan Islam., CV. Pustaka Setia., Bandung, 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-8363469652336967489?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/8363469652336967489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/ilmu-pendidikan-dalam-perspektif-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8363469652336967489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8363469652336967489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/ilmu-pendidikan-dalam-perspektif-islam.html' title='ILMU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-1794552496908461193</id><published>2009-09-13T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T05:55:01.768-07:00</updated><title type='text'>STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN</title><content type='html'>Oleh : Hujair AH. Sanaky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Islam, suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-murid dengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam [Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Ashraf, 1986 : 2], atau "Pendidikan Islam mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia yang berpedoman pada syariat Allah [Abdurrahman an-Nahlawi, 1995 : 26]. Pendidikan Islam bukan sekedar "transfer of knowledge" ataupun "transfer of training", ....tetapi lebih merupakan suatu sistem yang ditata di atas pondasi keimanan dan kesalehan; suatu sistem yang terkait secara langsung dengan Tuhan [Roehan Achwan, 1991 : 50]. Pendidikan Islam suatu kegiatan yang mengarahkan dengan sengaja perkembangan seseorang sesuai atau sejalan dengan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas, pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya. Pendidikan dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di masa datang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan dengan rekayasa bangsa tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, "pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menciptakan suatu generasi baru pemuda-pemudi yang tidak akan kehilangan ikatan dengan tradisi mereka sendiri tapi juga sekaligus tidak menjadi bodoh secara intelektual atau terbelakang dalam pendidikan mereka atau tidak menyadari adanya perkembangan-perkembangan disetiap cabang pengetahuan manusia" [Conference Book,London,1978 : 15-17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan selalu berkembang, dan selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak mau pendidikan harus didisain mengikuti irama perubahan tersebut, apabila pendidikan tidak didisain mengikuti irama perubahan, maka pendidikan akan ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman itu sendiri. Siklus perubahan pendidikan pada diagram di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut ; Pendidikan dari masyarakat, didisain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya; pada peradaban masyarakat agraris, pendidikan didisain relevan dengan irama perkembangan peradaban masyarakat agraris dan kebutuhan masyarakat pada era tersebut. Begitu juga pada peradaban masyarakat industrial dan informasi, pendidikan didisain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan masyarakat pada era industri dan informasi, dan seterusnya. Demikian siklus perkembangan perubahan pendidikan, kalau tidak pendidikan akan ketinggalan dari perubahan zaman yang begitu cepat. Untuk itu perubahan pendidikan harus relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat pada era tersebut, baik pada konsep, materi dan kurikulum, proses, fungsi serta tujuan lembaga-lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Islam sekarang ini dihadapkan pada tantangan kehidupan manusia modern. Dengan demikian, pendidikan Islam harus diarahkan pada kebutuhan perubahan masyarakat modern. Dalam menghadapi suatu perubahan, "diperlukan suatu disain paradigma baru di dalam menghadapi tuntutan-tuntutan yang baru, demikian kata filsuf Kuhn. Menurut Kuhn, apabila tantangan-tantangan baru tersebut dihadapi dengan menggunakan paradigma lama, maka segala usaha yang dijalankan akan memenuhi kegagalan" (H.A.R.Tilar,1998 : 245). Untuk itu, pendidikan Islam perlu didisain untuk&lt;br /&gt;menjawab tantangan prubahan zaman tersebut, baik pada sisi konsepnya, kurikulum, kualitas sumberdaya insaninya, lembaga-lembaga dan organisasinya, serta mengkonstruksinya agar dapat relevan dengan perubahan masyarakat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Karakteristik Masyarakat Modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Alvin Tofler dalam bukunya The Third Wave (1980) yang bercerita tentang peradaban manusia, yaitu; (1) perdaban yang dibawa oleh penemuan pertanian, (2) peradaban yang diciptakan dan dikembangkan oleh revolusi industri, dan (3) peradaban baru yang tengah digerakan oleh revolusi komunikasi dan informasi. Perubahan tersebesar yang diakibatkan oleh gelombang ketiga adalah, terjadinya pergeseran yang mendasar dalam sikap dan tingkah laku masyarakat (M.Irsyad Sudiro, 1995 : 2). Salah satu ciri utama kehidupan di masa sekarang dan masa yang akan datang adalah cepatnya terjadi perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Banyak paradigma yang digunakan untuk menata kehidupan, baik kehidupan individual maupun kehidupan organisasi yang pada waktu yang lalu sudah mapan, kini menjadi ketinggalan zaman (Djamaluddin Ancok, 1998: 5). Secara umum masyakarat modern adalah masyarakat yang proaktif, individual, dan kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat modern dewasa ini yang ditandai dengan munculnya pasca industri [postindustrial society] seprti dikatakan Daniel Bell, atau masyarakat informasi [information society} sebagai tahapan ketiga dari perkembangan perdaban seperti dikatakan oleh Alvin Tofler, tak pelak lagi telah menjadikan kehidupan manusia secara teknologis memperoleh banyak kemudahan. Tetapi juga masyarakat modern menjumpai banyak paradoks dalam kehidupannya. Dalam bidang revolusi informasi, sebagaimana dikemukakan Donald Michael, juga terjadi ironi besara. Semakin banyak informasi dan semakin banyak pengetahuan mestinya makin besara kemampuan melakukan pengendalian umum. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, semakin banyak informasi telah menyebabkan semakin disadari bahwa segala sesuatunya tidak terkendali. Karena itu dengan ekstrim Ziauddin Sardar [1988], menyatakan bahwa abad informasi ternyata sama sekali bukan rahmat. Di masyarakat Barat, ia telah menimbulkan sejumlah besar persoalan, yang tidak ada pemecahannya kecuali cara pemecahan yang tumpul. Di lingkungan masyarakat kita sendiri misalnya, telah terjadi swastanisasi televisi, masyarakat mulai merasakan ekses negatifnya (Malik Fajar, 1995 : 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan Toynbee melihat perkembangan peradaban modern yang semakin kehilangan jangkar spritual dengan segala dampak destruktifnya pada berbagai dimensi kehidupan manusia. Manusia modern ibarat layang-layang putus tali, tidak mengenal secara pasti di mana tempat hinggap yang seharusnya. Teknologi yang tanpa kendali moral lebih merupakan ancaman. Dan "ancaman terhadap kehidupan sekarang" tulis Erich Fromm, "bukanlah ancaraman terhadap satu kelas, satu bangsa, tetapi merupakan ancaman terhadap semua" (Erich Fromm, dikutip : A. Syafi'i Ma'arif, 1997 : 7). Menurut A. Syafi'i Ma'arif, bahwa sistem pendidikan tinggi modern yang kini berkembang di seluruh dunia lebih merupakan pabrik doktor yang kemudian menjadi tukang-tukang tingkat tinggi, bukan melahirkan homo sapiens. Bangsa-bangsa Muslim pun terjebak dan terpasung dalam arus sekuler ini dalam penyelenggaraan pendidikan tingginya. Kita belum mampu menampilkan corak pendidikan alternatif terhadap arus besar high learning yang dominan dalam peradaban sekuler sekarang ini. Prinsip ekonomi yang menjadikan pasar sebagai agama baru masih sedang berada di atas angin. Manusia modern sangat tunduk kepada agama baru ini (A.Syafi'i Ma'arif, 1997 : 7-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari semua kemajuan masyarakat modern, kini dirasakan demikian fundamental sifatnya. Ini dapat ditemui dari beberapa konsep yang diajukan oleh kalangan agamawan, ahli filsafat dan ilmuan sosial untuk menjelaskan persoalan yang dialami oleh masyarakat. Misalnya, konsep keterasingan (alienation) dari Marx dan Erich Fromm, dan konsep anomie dari Durkheim. Baik alienation maupun anomie mengacu kepada suatu keadaan dimana manusia secara personal sudah kehilangan keseimbangan diri dan ketidakberdayaan eksistensial akibat dari benturan struktural yang diciptakan sendiri. Dalam keadaan seperti ini, manusia tidak lagi merasakan dirinya sebagai pembawa aktif dari kekuatan dan kekayaannya, tetapi sebagai benda yang dimiskinkan, tergantung kepada kekuatan di luar dirinya, kepada siapa ia telah memproyeksikan substansi hayati dirinya (Kuntowijoyo, 1987., dikutip, A.Malik Fajar, 1995 : 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua persoalan fundamental yang dihadapi oleh masyarakat modern yang digambarkan di atas, "menjadi pemicu munculnya kesadaran epistemologis baru bahwa persoalan kemanusian tidak cukup diselesaikan dengan cara empirik rasional, tetapi perlu jawaban yang bersifat transendental" (A.Malik Fajar, 1995 : 4). Melihat persoalam ini, maka ada peluang bagi pendidikan Islam yang memiliki kandungan spritual keagamaan untuk menjawab tantangan perubahan tersebut. Fritjop Capra dalam buku The Turning Point, yang dikutip A.Malik Padjar (1995 : 4), "mengajak untuk meninggalkan paradigma keilmuan yang terlalu materialistik dengan mengenyampingkan aspek spritual keagamaan. Demikianlah, agama pada akhirnya dipandang sebagai alternatif paradigma yang dapat memberikan solusi secara mendasar terhadap persoalan kemanusian yang sedang dihadapi oleh masyarakat modern".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati fenomena peradaban modern yang dikemukakan di atas, harus bersikap arif dalam merespons fenomena-fenomena tersebut. Dalam arti, jangan melihat peradaban modern dari sisi unsur negatifnya saja, tetapi perlu juga merespons unsur-unsur posetifnya yang banyak memberikan manfaat dan mempengaruhi kehidupan manusia. Maka, yang perlu diatur adalah produk peradaban modern jangan sampai memperbudah manusia atau manusia menghambakan produk tersebut, tetapi manusia harus menjadi tuan, mengatur, dan memanfaatkan produk perabadaban modern tersebut secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Pendidikan Tradisional dan Modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tradisional (konsep lama) sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Menurut konsep ini rasio ingatanlah yang memegang peranan penting dalam proses belajar di sekolah (Dimyati Machmud, 1979 : 3). Pendidikan tradisional telah menjadi sistem yang dominan di tingkat pendidikan dasar dan menengah sejak paruh kedua abak ke-19, dan mewakili puncak pencarian elektik atas 'satu sistem terbaik'. Ciri utama pendidikan tradisional termasuk : (1) anak-anak biasanya dikirim ke sekolah di dalam wilayah geografis distrik tertentu, (2) mereka kemudian dimasukkan ke kelas-kelas yang biasanya dibeda-bedakan berdasarkan umur, (3) anak-anak masuk sekolah di tiap tingkat menurut berapa usia mereka pada waktu itu, (4) mereka naik kelas setiap habis satu tahun ajaran, (5) prinsip sekolah otoritarian, anak-anak diharap menyesuaikan diri dengan tolok ukur perilaku yang sudah ada, (6) guru memikul tanggung jawab pengajaran, berpegang pada kurikulum yang sudah ditetapkan, (7) sebagian besar pelajaran diarahkan oleh guru dan berorientasi pada teks, (8) promosi tergantung pada penilaian guru, (9) kurikulum berpusat pada subjek pendidik, (10) bahan ajar yang paling umum tertera dalam kurikulum adalah buku-buku teks (Vernon Smith, dalam, Paulo Freire, dkk, 1999 : 164-165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut Vernon Smith, pendidikan tradisional didasarkan pada beberapa asumsi yang umumnya diterima orang meski tidak disertai bukti keandalan atau kesahihan. Umpamanya: 1). ada suatu kumpulan pengetahuan dan keterampilan penting tertentu yang musti dipelajari anak-anak; 2). tempat terbaik bagi sebagian besar anak untuk mempelajari unsur-unsur ini adalah sekolah formal, dan 3). cara terbaik supaya anak-anak bisa belajar adalah mengelompokkan mereka dalam kelas-kelas yang ditetapkan berdasarkan usia mereka (Vernon Smith, dalam, Paulo Freire, dkk, 1999 : 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang dikemukan Vernon Smith ini juga dialami oleh pendidikan Islam di Indonesia sampai dekade ini. Misalnya : Sebagian Pesantren, Madrasah, dan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang lain masih menganut sistem lama, kurikulum ditetapkan merupakan paket yang harus diselesaikan, kurikulum dibuat tanpa atau sedikit sekali memperhatikan konteks atau relevansi dengan kondisi sosial masyarakat bahkan sedikit sekali memperhatika dan mengantisipasi perubahan zaman, sistem pembelajaran berorientasi atau berpusat pada guru. Paradigma pendidikan tradisional bukan merupakan sesuatu yang salah atau kurang baik, tetapi model pendidikan yang berkembang dan sesuai dengan zamannya, yang tentu juga memiliki kelebihan dan kelemahan dalam memberdayakan manusia, apabila dipandang dari era modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pendidikan modern (konsep baru), yaitu ; pendidikan menyentuh setiap aspek kehidupan peserta didik, pendidikan merupakan proses belajar yang terus menerus, pendidikan dipengaruhi oleh kondisi-kondisi dan pengalaman, baik di dalam maupun di luar situasi sekolah, pendidikan dipersyarati oleh kemampuan dan minat peserta didik, juga tepat tidaknya situasi belajar dan efektif tidaknya cara mengajar (Dimyati Machmud, 1979 : 3). Pendidikan pada masyarakat modern atau masyarakat yang tengah bergerak ke arah modern (modernizing), seperti masyarakat Indonesia, pada dasarnya berfungsi memberikan kaitan antara anak didik dengan lingkungan sosial kulturalnya yang terus berubah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shipman (1972 : 33-35) yang dikutip Azyumardi Azra bahwa, fungsi pokok pendidikan dalam masyarakat modern yang tengah membangun terdiri dari tiga bagian : (1) sosialisasi, (2) pembelajaran (schooling), dan (3) pendidikan (education). Pertama, sebagai lembaga sosialisasi, pendidikan adalah wahana bagi integrasi anak didik ke dalam nilai-nilai kelompok atau nasional yang dominan. Kedua, pembelajaran (schooling) mempersiapkan mereka untuk mencapai dan menduduki posisi sosial-ekonomi tertentu dan, karena itu, pembelajaran harus dapat membekalai peserta didik dengan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan dan profesi yang akan membuat mereka mampu memainkan peran sosial-ekonomis dalam masyarakat. Ketiga, pendidikan merupakan "education" untuk menciptakan kelompok elit yang pada gilirannya akan memberikan sumbangan besar bagi kelanjutan program pembangunan" (Azyumardi Azra, dalam Marwan Saridjo, 1996: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Pendidikan Islami yang Bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat baik sosial maupun kultural, secara makro persoalan yang dihadapi pendidikan Islam adalah bagaimana pendidikan Islam mampu menghadirkan disain atau konstruksi wacana pendidikan Islam yang relevan dengan perubahan masyarakat. Kemudian disain wacana pendidikan Islam tersebut dapat dan mampu ditranspormasikan atau diproses secara sistematis dalam masyarakat. Persoalan pertama ini lebih bersifat filosofis, yang kedua lebih bersifat metodologis. Pendidikan Islam perlu menghadirkan suatu konstruksi wacana pada dataran filosofis, wacana metodologis, dan juga cara menyampaikan atau mengkomunikasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi peradaban modern, yang perlu diselesaikan adalah persoalan-persoalan umum internal pendidikan Islam yaitu (1) persoalan dikotomik, (2) tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, (3) persoalan kurikulum atau materi. Ketiga persoalan ini saling interdependensi antara satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;Pertama, Persolan dikotomik pendidikan Islam, yang merupakan persoalan lama yang belum terselesaikan sampai sekarang. Pendidikan Islam harus menuju pada integritas antara ilmu agama dan ilmu umum untuk tidak melahirkan jurang pemisah antara ilmu agama dan ilmu bukan agama. Karena, dalam pandangan seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah satu yaitu yang berasal dari Allah SWT (Suroyo, 1991 : 45). Mengenai persoalam dikotomi, tawaran Fazlur Rahman, salah satu pendekatannya adalah dengan menerima pendidikan sekuler modern sebagaimana telah berkembang secara umumnya di dunia Barat dan mencoba untuk "mengislamkan"nya - yakni mengisinya dengan konsep-konsep kunci tertentu dari Islam. Lebih lanjut Fazlur Rahman, mengatakan persoalannya adalah bagaimana melakukan modernisasi pendidikan Islam, yakni membuatnya mampu untuk produktivitas intelektual Islam yang kreatif dalam semua bidang usaha intelektual bersama-sama dengan keterkaiatan yang serius kepada Islam (Fazlur Rahman, 1982 : 155, 160). A.Syafi'i Ma'arif (1991 : 150), mengatakan bila konsep dualisme dikotomik berhasil ditumbangkan, maka dalam jangka panjang sistem pendidikan Islam juga akan berubah secara keseluruhan, mulai dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi. Untuk kasus Indonesia, IAIN misalnya akan lebur secara integratif dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi negeri lainnya. Peleburan bukan dalam bentuk satu atap saja, tetapi lebur berdasarkan rumusan filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perlu pemikiran kembali tujuan dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan Islam (Anwar Jasin, 1985 : 15) yang ada. Memang diakui bahwa penyesuaian lembaga-lembaga pendidikan akhir-akhir ini cukup mengemberikan, artinya lembaga-lembaga pendidikan memenuhi keinginan untuk menjadikan lembaga-lembaga tersebut sebagai tempat untuk mempelajari ilmu umum dan ilmu agama serta keterampilan. Tetapi pada kenyataannya penyesuaian tersebut lebih merupakan peniruan dengan pola tambal sulam atau dengan kata lain mengadopsi model yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan umum, artinya ada perasaan harga diri bahwa apa yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan umum dapat juga dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan agama, sehingga akibatnya beban kurikulum yang terlalu banyak dan cukup berat dan terjadi tumpang tindih. Sebenarnya lembaga-lembaga pendidikan Islam harus memilih satu di antara dua fungsi, apakah mendisain model pendidikan umum Islami yang handal dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain, atau mengkhususkan pada disain pendidikan keagamaan yang berkualitas, mampu bersaing, dan mampu mempersiapkan mujtahid-mujtahid yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, persoalan kurikulum atau materi Pendidikan Islam, meteri pendidikan Islam "terlalu dominasi masalah-maslah yang bersifat normatif, ritual dan eskatologis. Materi disampaikan dengan semangat ortodoksi kegamaan, suatu cara dimana peserta didik dipaksa tunduk pada suatu "meta narasi" yang ada, tanpa diberi peluang untuk melakukan telaah secara kritis. Pendidikan Islam tidak fungsional dalam kehidupan sehari-hari, kecuali hanya sedikit aktivitas verbal dan formal untuk menghabiskan materi atau kurikulum yang telah diprogramkan dengan batas waktu yang telah ditentukan (A.Malik Fajar, 1995 : 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati persoalan yang dikemukakan di atas, maka perlu menyelesaikan persoalan internal yang dihadapi pendidikan Islam secara mendasar dan tuntas. Sebab pendidikan sekarang ini juga dihadapkan pada persoalan-persoalan yang cukup kompleks, yakni bagaimana pendidikan mampu mempersiapkan manusia yang berkualitas, bermoral tinggi dalam menghadapi perubahan masyarakat yang begitu cepat, sehingga produk pendidikan Islam tidak hanya melayani dunia modern, tetapi mempunyai pasar baru atau mampu bersaing secara kompettif dan proaktif dalam dunia masyarakat modern. Pertanyaannya, disain pendidikan Islami yang bagaimana? yang mampu menjawab tantangan perubahan ini, antara lain: Pertama, lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendisain ulang fungsi pendidikannya, dengan memilih apakah (1) model pendidikan yang mengkhususkan diri pada pendidikan keagamaan saja untuk mempersiapkan dan melahirkan ulama-ulama dan mujtahid-mujtahid tangguh dalam bidangnya dan mampu menjawab persoalan-persoalan aktual atau kontemporer sesuai dengan perubahan zaman, (2) model pendidikan umum Islami, kurikulumnya integratif antara materi-materi pendidikan umum dan agama, untuk mempersiapkan intelektual Islam yang berfikir secara komprehensif, (3) model pendidikan sekuler modern dan mengisinya dengan konsep-konsep Islam, (4) atau menolak produk pendidikan barat, berarti harus mendisain model pendidikan yang betul-betul sesuai dengan konsep dasar Islam dan sesuai dengan lingkungan sosial-budaya Indonesia, (5) pendidikan agama tidak dilaksanakan di sekolah-sekolah tetapi dilaksanakan di luar sekolah, artinya pendidikan agama dilaksanakan di rumah atau lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat berupa kursur-kursus, dan sebagainya. Kedua disain "pendidikan harus diarahkan pada dua dimensi, yakni : (1) dimensi dialektika (horisontal), pendidikan hendaknya dapat mengembangkan pemahaman tentang kehidupan manusia dalam hubungannya dengan alam atau lingkungan sosialnya. Manusia harus mampu mengatasi tantangan dan kendala dunia sekitarnya melalui pengembangan Iptek, dan (2) dimensi ketunduhan vertikal, pendidikan selain menjadi alat untuk memantapkan, memelihara sumber daya alami, juga menjembatani dalam memahamai fenomena dan misteri kehidupan yang abadi dengan maha pencipta. Berati pendidikan harus disertai dengan pendekatan hati (M.Irsyad Sudiro, 1995 : 2). Ketiga, sepuluh paradigma yang ditawarkan oleh Prof. Djohar, dapat digunakan untuk membangun paradiga baru pendidikan Islam, sebagai berikut : Satu, pendidikan adalah proses pembebasan. Dua, pendidikan sebagai proses pencerdasan. Tiga, pendidikan menjunjung tinggi hak-hak anak. Empat, pendidikan menghasilkan tindakan perdamaian. Lima, pendidikan adalah proses pemberdayaan potensi manusia. Enam, pendidikan menjadikan anak berwawasan integratif. Tujuh, pendidikan wahana membangun watak persatuan. Delapan, pendidikan menghasilkan manusia demokratik. Sembilan, pendidikan menghasilkan manusia yang peduli terhadap lingkungan. Sepuluh, sekolah bukan satu-satunya instrumen pendidikan (Djohar, 1999 : 12).&lt;br /&gt;Tiga hal yang dikemukakan di atas merupakan tawaran desain pendidikan Islam yang perlu diupayakan untuk membangun paradigma pendidikan Islam dalam menghadapi perkembangan perubahan zaman modern dan memasuki era milenium ketiga. Karena, "kecenderungan perkembangan semacam dalam mengantisipasi perubahan zaman merupakan hal yang wajar-wajar saja. Sebab kondisi masyarakat sekarang ini lebih bersifat praktis-pragmatis dalam hal aspirasi dan harapan terhadap pendidikan" (S.R.Parker, 1990), sehingga tidak statis atau hanya berjalan di tempat dalam menatap persoalan-persoalan yang dihadapi pada era masyarakat modern dan post masyarakat modern. Untuk itu, Pendidikan dalam masyarakat modern, pada dasarnya berfungsi untuk memberikan kaitan antara anak didik dengan lingkungan sosiokulturalnya yang terus berubah dengan cepat, dan pada saat yang sama, pendidikan secara sadar juga digunakan sebagai instrumen untuk perubahan dalam sistem politik, ekonomi secara keseluruhan. Pendidikan sekarang ini seperti dikatakan oleh Ace Suryadi dan H.A.R. Tilar (1993), tidak lagi dipandang sebagai bentuk perubahan kebutuhan yang bersifat konsumtif dalam pengertian pemuasan secara langsung atas kebutuhan dan keinginan yang bersifat sementara. Tapi, merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia (human investment) yang merupakan tujuan utama ; pertama, pendidikan dapat membantu meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif sehingga dapat meningkatkan penghasilan kerja lulusan pendidikan di masa mendatang. Kedua, pendidikan diharapkan memberikan pengaruh terhadap pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan (equality of education opportunity) (A.Malik Fadjar, 1995 : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam menghadapi era milenium ketiga ini nampaknya pendidikan Islam harus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih handal yang memiliki kompotensi untuk hidup bersama dalam era global. Menurut Djamaluddin Ancok (1998 : 5), "salah satu pergeseran paradigma adalah paradigma di dalam melihat apakah kondisi kehidupan di masa depan relatif stabil dan bisa diramalkan (predictability). Pada milenium kedua orang selalu berpikir bahwa segala sesuatu bersifat stabil dan bisa diprediksi. Tetapi, pada milenium ketiga semakin sulit untuk melihat adanya stabilitas tersebut. Apa yang terjadi di depan semakin sulit untuk diprediksi karena perubahan menjadi tidak terpolakan dan tidak lagi bersifat linier". Maka, pendidikan Islam sekarang ini disainnya tidak lagi bersifat linier tetapi harus didisan bersifat lateral dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat dan tidak terpolakan. Untuk itu, lebih lanjut Djamaluddin Ancok yang mengutip Hartanto : 1997: Hartanto, Raka &amp;amp; Hendroyuwono, 1998, mengatakan bahwa pendidikan (termasuk pendidikan Islam) harus mempersiapkan ada empat kapital yang diperlukan untuk memasuki milenium ketiga, yakni kapital intelektual, kapital sosial, kapital lembut, dan kapital spritual. Tantangan ini tidak muda untuk penyelesaiannya, tidak seperti membalik telapak tangan. Untuk itu, pendidikan Islam sangat perlu mengadakan perubahan atau mendesain ulang konsep, kurikulum dan materi, fungsi dan tujuan lembaga-lembaga, proses, agar dapat meneuhi tuntatan perubahan yang semakin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. Penutup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa : (1) Dalam menghadapi perubahan masyarakat modern, secara internal pendidikan Islam harus menyelesaikan persoalan dikotomi, tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, dan persolalan kurikulum atau materi yang sampai sekarang ini belum terselesaikan. (2) Lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendisain ulang fungsi pendidikan, dengan memilih model pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. (3) Pendidikan Islam didisain untuk dapat membantu meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif sehingga dapat meningkatan kerja lulusan pendidikan di masa datang. Selain itu perlu disain pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat linier saja, tetapi harus bersifat lateral dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat. (4) Pendidikan Islam harus mengembangkan kualitas pendidikannya agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selalu berubah-berubah. Lembaga-lembaga pendidikan Islami harus dapat menyiapkan sumber insani yang lebih handal dan memiliki kompotensi untuk hidup bersama dalam ikatan masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR KEPUSTAKAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman an-Nahlawi, Ushulut Tarbiyah Islamiyah wa Asalabih fi Baiti wa Madrasati wal Mujtama', Dar al-Fikr al-Mu'asyr, Beirut-Libanon., Terj. Shihabuddin, Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat, Gema Insani Press, Jakarta, 1995.&lt;br /&gt;Ahmad Syafi'i Ma'arif, Pemikiran tentang Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia, Dalam Pendidikan Islam di Indonesia antara Cita dan Fakta, Editor : Muslih Usa, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1991.&lt;br /&gt;-------- Pengembangan Pendidikan Tinggi Post Graduate Studi Islam Melalui Paradigma Baru yang Lebih Efektif, Makalah Seminar, 1997.&lt;br /&gt;A.Malik Fadjar, Menyiasati Kebutuhan Masyarakat Modern Terhadap Pendidikan Agama Luar Sekolah, Seminar dan Lokakarya Pengembangan Pendidikan Islam Menyongsong Abad 21, IAIN, Cirebon, tanggal, 31 Agustus s/d 1 September 1995.&lt;br /&gt;Anwar Jasin, Keranka Dasar Pembaharuan Pendidikan Islam : Tinjauan Filosofis, 1985.&lt;br /&gt;Azyumardi Azra, dalam Marwan Saridjo, Bunga Rampai Pendidikan Agama Islam, Amissco, Jakarta, 1996.&lt;br /&gt;Comference Book, London, 1978.&lt;br /&gt;Djamaluddin Ancok, Membangun Kompotensi Manusia dalam Milenium Ke Tiga, Psikologika, Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, Nomor : 6 Tahun III, UII, 1998.&lt;br /&gt;Djohar, Omong Kosong, Tanpa Mengubah UU No. 2/89, Koran Harian "Kedaulatan Rakyat", Tangga, 4 Mei 199.&lt;br /&gt;Erich Fromm, The Revolution of Hope : Toward a Humanized Technology, New York : Harper &amp;amp; Raw, 1968, p. 5.,dalam Syafi'i Ma'arif, Pengembangan Pendidikan Tinggi Post Graduate Studi Islam Melalui Paradigma Baru Yang Lebih Efektif, 1997.&lt;br /&gt;Fazlur Rahman, Islam and Modernity, Transformation of an Intellectual Tradition, The University of Chicago, Chicagi, 1982., terj. Ahsin Mohammad, Pustaka, 1985.&lt;br /&gt;H.A.R. Tilar, Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Abad 21, Tera Indonesia, Magelang, Cet. I, 1998.&lt;br /&gt;S.R. Parker, et.al, Sosiologi Industri, Rineka Cipta, Jakarta, 1990.&lt;br /&gt;Soroyo, Antisipasi Pendidikan Islam dan Perubahan Sosial Menjangkau Tahun 2000, dalam Buku : Pendidikan Islam di Indonesia antara Cita dan Fakta, Editor : Muslih Usa, Tiara Wacana, Yogya, 1991.&lt;br /&gt;Syed Sajjad Husaian dan Syed Ali Ashraf, Crisis Muslim Educatio"., Terj. Rahmani Astuti, Krisis Pendidikan Islam, Risalah, Bandung, 1986.&lt;br /&gt;Roehan Achwan, Prinsip-prinsip Pendidikan Islam Versi Mursi, Jurnal Pendidikan Islam, Volume 1, IAIN Sunan Kalija, Yogyakarta, 1991.&lt;br /&gt;M.Dimyati Machmud, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, BPFE, 1990.&lt;br /&gt;M.Irsyad Sudiro, Pendidikan Agama dalam Masyarakat Modern, Seminar dan Lokakarya Nasional Revitalisasi Pendidikan Agama Luar Sekolah dalam Masyarakat Modern, Cirebon, tanggal, 30-31 Agusrus 1995.&lt;br /&gt;M.Rusli Karim, Pendidikan Islam Sebagai Upaya Pembebasan Manusia, dalam Buku : Pendidikan Islam di Indonesia antara Cita dan Fakta, editor, Muslih Usa, Tiara Wacana, Yogyakarta, Cet.1, 1991.&lt;br /&gt;Paulo Freire,dkk., Menggugat Pendidikan Fundamental Konservatif Liberal Anarkis, Terj., Omi Intan Naomi, Pustaka Pelajar, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-1794552496908461193?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/1794552496908461193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/studi-pemikiran-pendidikan-islam-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1794552496908461193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1794552496908461193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/studi-pemikiran-pendidikan-islam-modern.html' title='STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-1072351396091306886</id><published>2009-09-13T19:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:04:19.567-07:00</updated><title type='text'>IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM DUNIA PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ilham Jaya Abdurrauf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keimanan terhadap Islam sebagai sebuah manhajul hayah (sistem hidup) akan senantiasa membawa seorang muslim untuk kembali kepada ajaran agamanya. Segala permasalahan akan diupayakan untuk ditinjau dari “kaca mata” Islam. Bagaimana Islam mendudukkan persoalan tertentu, demikian pula seorang muslim akan mendudukkan persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan, dalam hal ini, tidak terkecuali. Seorang guru atau tenaga pendidik muslim, sebelum dia berperan sebagai guru atau tenaga pendidik, dia adalah seorang muslim. Artinya, dia akan memenuhi panggilan hati nuraninya untuk senantiasa membawa misi Islam dalam kehidupannya. Dan misi Islam itu adalah: rahmatan lil ’alamin. Meletakkan wacana pendidikan dalam bingkai ajaran Islam, tentu juga bukan sesuatu yang aneh. Sebab, para nabi dan rasul ’alaihimus shalatu was salam sendiri, yang merupakan manusia-manusia figur keagamaan, adalah guru-guru kehidupan. Tugas pokok dan misi utama mereka adalah pendidikan dan pengajaran. Mereka adalah tokoh-tokoh pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala mengabadikan doa Nabi Ibrahim, bapak para nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Baqarah/2: 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini dalam konteks doa Ibrahim untuk anak cucu putranya, Ismail ‘alaihimas salam. Lebih spesifik, ayat ini tentang penutup para nabi sekaligus nabi termulia: Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Dalam doanya itu, Ibrahim merinci misi kenabian Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Ia menyebut tiga strategi: membacakan, mengajarkan dan mensucikan. Tak pelak, ketiganya adalah tugas pendidik. Tidak salah bila dikatakan bahwa pendidikan adalah bagian integral dan tak terpisahkan dari ajaran Islam.3)&lt;br /&gt;Makalah ini tidak berpretensi untuk merinci sistem pendidikan Islam. Pendidikan Islam terlalu luas untuk dapat dituangkan dalam tulisan sesederhana ini.4) Makalah ini hanya akan menyinggung dasar falsafah pendidikan Islam beserta metodenya. Dua segi yang dianggap paling mendasar dalam pendidikan. Bila yang pertama merupakan landasan nilai, maka yang kedua adalah implementasi nilai-nilai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MOTIVASI KEAGAMAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ’anhu, ”Aku dibawa menghadap Nabi shallallahu ’alaihi wasallam ketika beliau baru tiba di Madinah. Orang-orang berkata, ’Ya Rasulallah, anak ini dari Bani Najjar (sebuah riwayat menyebut usianya waktu itu sebelas tahun). Ia telah hapal tujuh belas surah yang diturunkan padamu.&lt;br /&gt;’Aku kemudian memperdengarkan hapalanku di depan Rasulullah. Beliau kagum dengan bacaanku.&lt;br /&gt;’Beliau berkata, ’Ya Zaid, belajarlah untukku tulisan Yahudi (sebuah riwayat menyebut waktu itu dia bahkan tidak tahu bahasa Yahudi, Suryaniyah). Demi Allah, aku tidak percaya mereka menulis untukku.5)&lt;br /&gt;’Aku kemudian belajar bahasa Yahudi. Tidak sampai setengah bulan, aku telah mampu bahasa Yahudi. Akulah yang menulis surat buat Rasulullah bila beliau bersurat kepada orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejarah Islam penuh dengan daftar ulama dan ilmuwan dalam segala bidang dan spesialisasi. Di zaman mereka, tidak ada sistem gaji atau bonus. Apalagi proyek yang disokong dengan kucuran dana dari pemerintah atau lembaga-lembaga donatur. Tapi, demikianlah. Mereka tetap bekerja dengan tekun walaupun dalam hening. Sebab mereka tahu, ganjaran mereka menunggu di akhirat. Sumber motivasi mereka satu: agama.&lt;br /&gt;Agama adalah rahasia sejarah yang terbesar. Sepanjang sejarah manusia, tidak ada faktor yang mampu menggerakkan bahkan mengarahkan jarum sejarah seperti yang dilakukan agama.&lt;br /&gt;Sayangnya, secara sadar ataupun tidak, pendidikan kita selama ini lebih kerap mengabaikan faktor agama. Agama atau sisi spiritual kehidupan manusia cenderung dilupakan kalau tidak malah diupayakan untuk disingkirkan. Padalah, pada sisi inilah tersimpan potensi dahsyat manusia. Karena ia merupakan puncak kesadaran tertinggi kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, praktik pendidikan kemudian hanya memandang manusia sebagai instrumen material. Baik itu instrumen bagi kekokohan suatu negara atau bahkan ideologi tertentu. Dalam banyak kasus, paradigma pertumbuhan (atau dalam bahasa populer: pengembangan sumber daya manusia) yang merupakan representasi ideologi kapitalistik kerap menjadi acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka pendidikan yang “berbau” kapitalistik ini, peserta didik diarahkan untuk menjadi buruh atau tenaga kerja yang berkualitas. Bukan untuk menjadi manusia yang mandiri dengan cita-cita yang tinggi. Di sini, azas manfaat yang berjangka pendek mendominasi. Tujuan pendidikan model ini jelas: untuk menjadi penopang bagi kelestarian kapitalisme global.&lt;br /&gt;Islam menawarkan paradigma ”langit.” Pendidikan dan belajar adalah bagian dari iman. Tujuannnya: menyempurnakan ubudiyah kepada Allah subhanahu wata’ala (ibadah). Azasnya juga jelas: kemaslahatan bagi umat dan kemanusiaan (khilafah atau ’imaratul ardh).&lt;br /&gt;Dalam ungkapan yang sedikit menyindir, al-Attas, seorang pakar pendidikan Islam menyitir bahwa warga negara atau pekerja yang baik dalam sebuah negara sekuler, sebagai contoh, tidak sama dengan manusia yang baik/shalih (simplifikasi istilah untuk ibadah dan khilafatul ’ardh). Sebaliknya, manusia yang baik/shalih sudah pasti seorang pekerja dan warga negara yang baik.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pelajar yang memiliki motivasi keagamaam dalam belajar dan bekerja akan memiliki etos kerja dan kreativitas sekaligus. Sebab, dia bekerja dengan semangat yang terpaut dengan keyakinan dasar agama. Pekerjaan yang dia geluti akan dia posisikan sebagai bagian dari pengabdiannya kepada Allah.&lt;br /&gt;Di samping itu, dia juga kreatif. Dia tidak akan pernah terpaku pada satu kondisi tertentu. Sebab, dia melihat pekerjaan dan pengabdiannya dalam kerangka yang lebih luas. Untuk kemajuan Islam, umat Islam dan kemanusiaan. Ia akan terus mengabdi. Sejauh pelajaran dan pekerjaannya itu demi mewujudkan kemajuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDIDIKAN BERBASIS ADAB DAN AKHLAK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kita telah menyelenggarakan pendidikan? Lantas, bagaimana menjelaskan tindakan premanisme, korup, asusila, dan tindakan amoral dan melanggar hukum lainnya yang justru dilakukan oleh “orang-orang terdidik” dan dari “institusi-institusi dan lembaga terhormat” di negeri kita? Dimana letak kesalahan pendidikan selama ini?&lt;br /&gt;Dalam menyikapi realitas pendidikan sebagaimana disinggung, menarik untuk dikaji pula sebuah sikap ”setengah hati” bangsa kita. Di tengah konsensus bahwa sumber krisis berkepanjangan yang dialami bangsa Indonesia adalah krisis moral, tapi sejauh ini, tidak ditemukan gerakan yang menyeluruh dan mendasar yang telah kita lakukan untuk mengentaskannya. Apakah kita telah benar-benar serius untuk dapat meyelesaikan masalah yang kita hadapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, konsepsi pendidikan Islam, yang meletakkan adab dan akhlak sebagai fondasinya, sangat tepat dikemukakan. Sebelum melangkah lebih jauh, segera harus digarisbawahi bahwa adab dan akhlak hendaknya tidak dipahami sebagai dasar-dasar moral tanpa bentuk-bentuk praktis dalam kehidupan keseharian. Sebagaimana adab dan akhlak juga tidak boleh dipahami sebatas tata krama dan etika praktis, sehingga tidak menyentuh nilai-nilai kecendikiawanan dan tradisi keintelektualan yang menjadi basis bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Apa yang dimaksud dengan adab dan akhlak di sini adalah kualitas-kualitas mental, spiritual, sikap dan perilaku dan yang mencakup itu semua.&lt;br /&gt;Pendidikan Islam meletakkan pendidikan adab dan akhlak dalam posisi yang sangat sentral. Pengamatan sepintas penulis menunjukkan bahwa hampir tidak ditemukan satu pun tulisan ulama yang membahas thalab al-‘ilm (belajar dan pembelajaran) tanpa memberi penekanan khusus pada aspek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Husain ibn Ismail menceritakan dari ayahnya bahwa manusia yang menghadiri majlis Imam Ahmad bin Hambal sekitar 5000-an orang atau lebih. Dari jumlah tersebut, kurang dari 500 orang yang mencatat pelajaran. Sisanya datang untuk belajar adab dan budi pekerti Imam Ahmad! Patut dicatat bahwa majlis-majlis ilmu pada masa itu, sebagaimana dilaporkan Imam az-Dzahabi, umumnya dihadiri oleh ratusan ulama yang berkualifikasi dapat mengeluarkan fatwa sendiri. Persaksian ini menegaskan posisi pendidikan adab dan akhlak dalam tradisi keilmuan Islam.&lt;br /&gt;Lebih jauh, dalam pendidikan Islam, pendidikan adab dan akhlak bahkan didahulukan daripada pendidikan pada segi-segi yang lain. “Pendahulu-pendahulu saya,” tutur Sufyan at-Tsauri (w. 161 H.), “tidak mengizinkan anak-anak mereka keluar menuntut ilmu sebelum anak-anak tersebut beradab dan terbiasa dengan ibadah dua puluh tahun.” Pernyataan senada diungkapkan juga oleh Muhammad ibn Sirin (w. 110 H.), Ubaidullah ibn Umar (w. 147 H.), al-Laits ibn Saad (w. 175 H.), Abdullah ibn al-Mubarak (w. 181 H.), Mikhlad ibn Husain (w. 191 H.), Ibrahim ibn Habib as-Syahid (w. 203 H.), dll. Itu sebabnya, dahulu dikenal istilah mu-addib. Istilah ini untuk merujuk kepada orang-orang yang secara khusus melatih hapalan Al-Qur’an, mengajarkan membaca, menulis, dan melatih adab, akhlak dan ibadah kepada anak-anak didiknya.&lt;br /&gt;Penekanan pada aspek adab dan akhlak dalam dalam pendidikan Islam tersebut tampaknya karena, dalam perspektif Islam, belajar bukanlah demi dan untuk belajar itu sendiri. Tapi belajar dianggap sebagai bagian dari usaha mendapat hidayah. Ilmu bahkan dipersepsikan sebagai bagian dari hidayah itu sendiri.&lt;br /&gt;Imam as-Syafi’i menceritakan pengalamannya dalam sebuah lantunan sya’ir:&lt;br /&gt;شكوت إلى وكيع سوء حفظي # فأرشدني إلى ترك المعاصي&lt;br /&gt;وأخـبرنـي بأن العـلم نـور # ونور الله لا يهدى للعاصي&lt;br /&gt;Ungkapan ini adalah penjabaran dari hadits Rasulullah r:&lt;br /&gt;من يرد الله به خيرا يفقّهه في الدين&lt;br /&gt;Artinya: “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan bagi dirinya, Allah akan memberikan kepadanya pemahaman terhadap agama.”&lt;br /&gt;Di sinilah mungkin salah satu perbedaan antara pendidikan yang kita kembangkan dengan pendidikan Islam. Dalam pendidikan kita, aksiologi ilmu justru diletakkan di urutan terakhir. Tradisi intelektual dan kecendikiawanan yang seharusnya ditanamkan sejak dini, baru ditanamkan ketika peserta didik menginjak bangku kuliah. Tugas mengkaji, metodologi penelitian, kemampuan berpikir kritis dan logis, objektif dalam menilai, jujur, sportif, dsj, nanti diberikan pada usia dewasa. Padahal, bila kita benar-benar menginginkan agar nilai-nilai tersebut dapat tertanam dalam sikap dan prilaku peserta didik, seharusnyalah sudah ditekankan lebih awal.&lt;br /&gt;REKONSTRUKSI EPISTIMOLOGIS&lt;br /&gt;Secara dikhotomis, ilmu-ilmu yang diajarkan kepada peserta didik dibagi umumnya kepada ilmu-ilmu umum-sekuler dan agama. Klasifikasi ini, kendati terkesan sekadar penyederhanaan, tapi sebenarnya memiliki dasar argumentasi yang cukup kuat.&lt;br /&gt;Sulit dipungkiri bahwa ilmu-ilmu yang berkembang di Barat yang kemudian dikembangkan pula di sekolah-sekolah umum negara-negara dunia ketiga, yang umumnya berpenduduk muslim, bias dengan worlview dan framework Barat yang notabene sekuler. Bukankah teori Maslow tentang hierarki kebutuhan tidak menempatkan kebutuhan kepada Allah sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia? Bukankah prime-theory evolusi Darwin merupakan upaya sengaja untuk mengenyampingkan kenyataan bahwa manusia terdiri dari akal, tubuh dan jiwa? Mengapa psikologi cuma melihat dimensi yang terlihat (visible) dari manusia dan melupakan peran hawa nafsu atau syetan, sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab suci? Pernahkah guru sains kita memberi penyadaran kepada anak didiknya bahwa konsistensi fenomena alam sebagai sunnatullah (aturan dan hukum Allah). Dan bukannya “hukum alam”, istilah yang bila disalahpahami bisa menggiring kepada pengingkaran terhadap peran Tuhan di alam semesta? Mengapa antropologi tidak pernah menyinggung eksistensi para nabi dan rasul, kendati dia adalah fakta yang diakui oleh tiga agama besar dunia? Sederet lagi pertanyaan lain yang menggelitik yang simpul-simpulnya dapat pembaca lihat pada lampiran 1 pada bagian lain dari makalah ini.&lt;br /&gt;Problem epistimologis inilah yang melahirkan wacana islamisasi ilmu pengetahuan. Dalam kerangka epistimologi alternatif ini, ilmu pengetahuan tidak dibatasi pada hasil rasio dan pengalaman empiris semata. Tapi peran wahyu diikutkan bahkan menempati puncak hierarki ilmu.&lt;br /&gt;Timbulnya perilaku menyimpang, sebagai misal, tidak melulu dilihat dari sudut materi dengan kacamata positivistik. Seperti teori tentang adanya sub-kultur yang menyimpang dari mainstream sosial, atau teori tentang adanya reference group lain yang menjadi acuan, atau akibat dari ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;Analisa-analisa teoritis yang dikutip di atas sangat materialistik dan menempatkan manusia sebagai makhluk tak berdaya. Seakan manusia tidak memiliki kekuatan untuk berkehendak dan bertindak sesuai dengan kehendak hidupnya itu. Di samping itu, menafikan peran syetan dan hawa nafsu.&lt;br /&gt;Kenyataan inilah yang kiranya menjadikan dewasa ini banyak orang agama yang kurang bersemangat belajar umum. Seperti halnya tidak sedikit orang umum yang ogah-ogahan belajar agama. Sebab, telah terjadi semacam keterbelahan epistimologis. Wahyu agama yang “diimani” seakan tak berharga ketika berbicara dalam konteks ilmu pengetahuan. Ini di satu sisi.&lt;br /&gt;Pada sisi yang lain, hal ini juga menjelaskan mengapa cendikiawan muslim dahulu memiliki wawasan keilmuan yang integralistik. Dikhotomi-dilematis: dunia-akhirat, subjektif-objektif, iman-ilmu, qalb-rasio, substansi-simbol, dsb, tidak mereka hadapi.&lt;br /&gt;Dalam tataran yang lebih praktis, problem epistimologis ini juga memiliki pengaruh langsung dalam pembelajaran. Filsafat konstruktivisme yang dianut luas dalam pembelajaran modern, misalnya, berangkat dari asumsi relativitas mutlak pengetahuan manusia yang disandarkan pada nilai pragmatisme pengetahuan dan kebenaran. Sebab, yang penting di sini adalah bagaimana suatu konsep dapat berlaku atau dapat digunakan.&lt;br /&gt;Sebagai dampaknya, tidak ada otoritas mutlak yang pasti benar. Walaupun itu berasal dari wahyu yang benar atau didasarkan pada fitrah yang suci. Sikap skeptik berlaku mutlak dalam seluruh proses pembelajaran model konstruktivisme.&lt;br /&gt;Dalam Islam, pragmatisme ilmu semata tidak dapat diterima. Menurut Islam, norma-norma agama, berupa syariat, tetap harus dikedepankan. Kesimpulannya, filsafat pendidikan ini, terutama pada segi-segi yang telah dikemukakan, menabrak beberapa konsep baku dalam Islam.&lt;br /&gt;Kondisi riil di lapangan lebih memprihatinkan lagi. Alih-alih mengintegrasikan nilai dan ajaran Islam terhadap ilmu-ilmu umum, yang terjadi justru marginalisasi pelajaran agama. Bukan rahasia lagi bila pelajaran-pelajaran agama kerap dipandang hanya sebagai pelengkap belaka. Pelajaran agama tidak diposisikan untuk menjiwai pelajaran-pelajaran lain.&lt;br /&gt;Dalam kerangka rekonstruksi epistimologi ini, tenaga-tenaga pendidik bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pemahaman mereka terhadap ajaran Islam. Sebab bila tidak, mereka turut memiliki saham dalam melahirkan generasi-generasi bangsa masa depan yang menderita dis-orientasi dalam kehidupannya. Karena dengan hanya berbekalkan ilmu-ilmu Barat sebagaimana digambarkan, pemahaman tentang realitas dan kebenaran tidak akan pernah sempurna dan tuntas. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius dengan jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Bila aspek ini tidak segera dibenahi, maka di masa yang akan datang, tidak mustahil nilai religiusitas yang menjadi ciri kebangsaan itu hanya tinggal kenangan.&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas, beberapa metode yang merupakan implementasi nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat direkomendasikan adalah, antara lain:&lt;br /&gt;a. Tumbuhkan afiliasi serta keterikatan emosi peserta didik dengan agama dan umatnya lewat pendidikan sejarah Islam dan biografi tokoh-tokoh dan pahlawan muslim&lt;br /&gt;b. Tumbuhkan semangat dan militansi juang peserta didik dengan membekali mereka dengan pemahaman terhadap kondisi dan tantangan yang dihadapi umat&lt;br /&gt;c. Luruskan pemahaman peserta didik tentang konsep ibadah yang mencakup seluruh aktivitas kehidupan sepanjang sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam&lt;br /&gt;d. Biasakan peserta didik dengan akhlak dan adab-adab islami, baik itu dengan pengajaran langsung maupun lewat teladan dari guru&lt;br /&gt;e. Tanamkan nilai-nilai luhur, kecendekiawanan dan etos kerja yang islami sejak dini kepada peserta didik&lt;br /&gt;f. Kembangkan model-model pembelajaran yang holistik dan menyeluruh dengan memanfaatkan dasar-dasar ilmu pengetahuan dalam Islam&lt;br /&gt;Wallaahul muwaffiq wal haadii ilaa sawaa-is sabiil.&lt;br /&gt;Footnote :&lt;br /&gt;1) Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Islami: ”Selamatkan Generasi Muda Dengan Pendidikan Islami,” Forum Ukhuwah Pemuda dan Mahasiswa Islam (FUAS) – BONE, Islamic Center Kab. Bone, 3 Rajab 1429 H./6 Juli 2008 M.&lt;br /&gt;2) Alumni al-Jami’ah al-Islamiyah, Madinah al-Munawwarah, Kerajaan Saudi Arabia dan dosen tetap Ma’had ‘Aly al-Wahdah, Makassar.&lt;br /&gt;3) Harus segera dicatat bahwa pembahasan tentang sistem pendidikan Islam hendaknya tidak diletakkan secara a priori dalam semangat primordialisme atau sektarianisme. Sistem pendidikan Islam seyogyanya justru dipandang sebagai usaha untuk lebih mendorong terciptanya dunia pendidikan yang lebih manusiawi dan memberdayakan.&lt;br /&gt;Sebagaimana juga patut ditekankan bahwa sistem pendidikan Islam hendaknya tidak dibatasi pengertiannya dalam sistem pendidikan yang selama ini berjalan di pesantren atau madrasah. Sebab, kedua institusi tersebut tidak lebih dari sebuah eksperimen yang berupaya menerapkan sistem pendidian Islam. Tidak tertutup kemungkinan eksperiman itu dikembangkan lagi atau bahkan direvisi.&lt;br /&gt;4) Kajian komprehensif tentang pendidikan Islam dapat ditelusuri dalam Abdurrahman an-Nahlawi, Ushul at-Tarbiyah al-Islamiyah (Damaskus: Dar al-Fikr, 1999 M.), Hasan ibn Ali Hasan al-Hijazi, al-Fikr at-Tarbawi ‘inda Ibn al-Qayim. Diterjemahkan oleh Muzaidi Hasbullah dengan Manhaj Tarbiyah Ibnu Qayyim (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2001 M.), dan Muhammad Quthb, at-Tarbiyah al-Islamiyah. Diterjemahkan oleh Salman Harun dengan judul Sistem Pendidikan Islam (Bandung: PT. Alma’arif, 1993).&lt;br /&gt;Namun, secara garis besar, konsep pendidikan Islam dapat dibedakan dengan konsep pendidikan yang lain dengan mengacu pada azas-azas fikriyah, ‘aqadiyah, tasyri’iyah dan akhlaqiyah. Dan sebagai satu pendekatan, praktik pendidikan Islam periode Nabi dan Khulafa Rasyidun dapat dijadikan sebagai model. Menurut kajian al-‘Umari, azas-azas pendidikan periode awal Islam adalah: otonomi pendidikan, pendidikan untuk semua, pendidikan gratis, adab dan akhlak sebagai fondasi ilmu, at-ta’lim al-mustamir/long-life education, at-ta’lim az-dzati (swadaya pribadi), dan tarakum al-ma’rifah (perspektif integralitas dimana ilmu-ilmu yang berbeda dipandang saling berhubung dan secara total). Bandingkan: Abdurrahman an-Nahlawi, ibid., h. 27-104; Akram Dhiya’ al-‘Umari, ‘Ashr al-Khilafah ar-Rasyidah: Muhawalah li Naqd ar-Riwayah at-Tarikhiyah Wifq Manahij al-Muhadditsin (Riyadh: Maktabah al-‘Ubaykan, 1419 H./1998 M.), h. 268-273.&lt;br /&gt;5) HR. Bukhari ta’liqan, juga Abu Dawud dan Tirmidzi. Imam al-Hakim menshahihkannya. Lihat: Muhammad bin Ahmad az-Dzahabi, Juz. II (Beirut: Mu-assasah ar-Risalah, 1402 H./1982 M.), h. 428-429.&lt;br /&gt;6) Secara tidak langsung, logika kapitalisme ini juga mendorong lahirnya kapitalisasi atau komodifikasi pendidikan. Lihat: Darmaningtyas, Pendidikan Rusak-rusakan (Yogyakarta: LKIS, 2005 M.), h. 247-262.&lt;br /&gt;7) Lihat: QS. az-Dzariyat/51: 56, artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Lihat: Abdurrahman an-Nahlawi, ibid., h. 107-108; dan QS. al-An’am/6: 165, artinya: “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.”&lt;br /&gt;Syed Muhammad Naquib al-Attas, Risalah untuk Kaum Muslimin, monograf, 1973 M., h. 51-52; sebagaimana dalam Wan Mohd Nor Wan Daud, Konsep al-Attas tentang Ta’dib: Gagasan Pendidikan Yang Tepat dan Komprehensif dalam Islam, ISLAMIA, thn. I, no. 6, Juli-September 2005 M., h. 76-77.&lt;br /&gt;sumber: wahdah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-1072351396091306886?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/1072351396091306886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/implementasi-nilai-nilai-islam-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1072351396091306886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/1072351396091306886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/implementasi-nilai-nilai-islam-dalam.html' title='IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM DUNIA PENDIDIKAN'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-6060878569995162731</id><published>2009-09-07T02:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T02:18:31.564-07:00</updated><title type='text'>ANJURAN DAN PANTANGAN BERDASARKAN GOLONGAN DARAH</title><content type='html'>&lt;strong&gt;GOLONGAN DARAH O&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Laku : Berenergi &amp;amp; tidak mudah putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi: Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diet: Makanan tinggi protein &amp;amp; kurangi karbohidrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran (makanan yang beraksi sebagai obat): brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging (sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan): ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging (ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun): daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GOLONGAN DARAH A&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Laku : Bertanggung jawab &amp;amp; romantis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi: Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.Diet: Makanan berkarbohidrat tinggi &amp;amp; kurangi lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat): bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau &amp;amp; sitrun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan): ikan tuna, telur ayam/bebek, telur puyuh, wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, daging (ayam, burung unta, belibis, kalkun,burung dara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun): daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GOLONGAN DARAH B&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Laku : Adaptasi &amp;amp; analitika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi: kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diet: Susu &amp;amp; produk susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat): ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan): cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun): daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GOLONGAN DARAH AB&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Laku : Cerdik &amp;amp; penyabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi: Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diet: Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat): ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),&lt;br /&gt;Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan): Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun): daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-6060878569995162731?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/6060878569995162731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/anjuran-dan-pantangan-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/6060878569995162731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/6060878569995162731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/anjuran-dan-pantangan-berdasarkan.html' title='ANJURAN DAN PANTANGAN BERDASARKAN GOLONGAN DARAH'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6951285270818833563.post-8858626635815677773</id><published>2009-09-07T01:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T02:11:14.425-07:00</updated><title type='text'>MENGENAL SOSOK PRIBADI MUSLIM</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ust. Wahyu Priyono, SE, MM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang sedang kita jalani saat ini pada hakekatnya adalah bulan tarbiyah (pendidikan), yang mendidik orang-orang beriman untuk menjadi orang-orang yang lebih bertaqwa kepada Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang beriman telah diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”. Orang yang bertaqwa adalah orang yang siap dan selalu berusaha melaksanakan Islam secara menyeluruh, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian dalam Islam secara kaffah. Dan jangan ikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang paling nyata bagi kalian” (Al-Baqarah ayat 208).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuklah ke dalam Islam secara kaffah maksudnya seseorang yang telah beriman diperintahkan oleh Allah SWT untuk memeluk Islam secara sempurna atau secara menyeluruh meliputi seluruh aspek kehidupannya. Berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW, sedikitnya ada 10 sifat yang menunujukkan kesempurnaan atau kekaffahannya sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Salimul Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki aqidah yang bersih tidak akan mengotori keyakinannya kepada Allah SWT dengan keyakinan kepada sesuatu selain Allah SWT. Aqidah yang bersih ditandai dengan meniggalkan segala penyekutuan Allah dengan tuhan-tuhan lainnya (syirik). Seorang muslim tidak mempercayai ramalan paranormal, pengobatan sang dukun, ramalan perbintangan (astrologi), dan takhayul-takhayul lain yang berkembang di masyarakat seperti angka keramat, tempat kermat, jimat, pegangan, hari sial, cincin, keris, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Shahihul Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul SAW yang penting. Beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. Sholat, puasa, zakat, dan haji serta ibadah lainnya sudah dicontohkan Rasulullah SAW mengenai kapan dan bagaimana tata caranya, sehingga kita tidak perlu mengarang-ngarang sendiri. Jika kita membuat-buat aturan sendiri terhadap tata cara peribadatan yang sudah diatur secara jelas oleh Allah dan Rausulullah, kita bisa jatuh dalam perbuatan sesat.&lt;br /&gt;Banyak kasus bagaimana orang-orang jatuh dalam perbuatan sesat dalam beribadah kepada Allah SWT. Ada aliran satrio paningit, ada aliran Lia Aminudin, ada aliran Wetu Telu, dalan aliran-aliran lain yang menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW. Termasuk pemaknaan jihad yang keliru akan menimbulkan kekerasan yang dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Matinul Khuluq&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang kokoh/mulia (matinul khuluq) merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dunia dan akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Qowiyyul Jismi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Mutsaqqoful Fikri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’&lt;br /&gt;Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mujahadatun Linafsihi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) harus dimiliki seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan akan ada jika seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Tidak beragama seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam) (HR. Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Harishun ‘ala Waqtihi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) penting bagi manusia karena Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah memberi waktu dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan ‘Lebih baik kehilangan jam dari pada kehilangan waktu.’ Waktu cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk, dan kaya sebelum miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Munazhzhamun fi Syu’unihi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Qodirun ‘alal Kasbi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Naafi’un Lighoirihi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir). Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6951285270818833563-8858626635815677773?l=situlilalbabpalembang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/feeds/8858626635815677773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/mengenal-sosok-pribadi-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8858626635815677773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6951285270818833563/posts/default/8858626635815677773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://situlilalbabpalembang.blogspot.com/2009/09/mengenal-sosok-pribadi-muslim.html' title='MENGENAL SOSOK PRIBADI MUSLIM'/><author><name>TKIT &amp;amp; SDIT ULIL ALBAB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08895818720824958435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/_n0XW_0r27dg/SqWuNix_woI/AAAAAAAAABY/MhMdi4thYDk/S220/ulil+albab+logo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
